Trump Sebut Warga Afrika-Amerika Paling Terdampak Covid-19 di AS

Rabu, 08 April 2020 - 16:49 WIB
Trump Sebut Warga Afrika-Amerika Paling Terdampak Covid-19 di AS
Trump Sebut Warga Afrika-Amerika Paling Terdampak Covid-19 di AS
A A A
WASHINGTON -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, pihaknya melihat bukti luar biasa bahwa warga Amerika keturunan Afrika terkena dampak yang tidak proporsional oleh pandemi Covid-19. Trump mengatakan, pemerintah AS sedang mencari tahu alasan dan jalan keluarnya.

"Kami melihat bukti luar biasa bahwa orang Afrika-Amerika terpengaruh dengan jumlah persentase yang jauh lebih besar daripada warga negara lain di negara kami," kata Trump kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Gedung Putih.

"Mengapa komunitas Afrika-Amerika begitu banyak, berkali-kali lebih banyak daripada yang lainnya? Dan kami ingin menemukan alasannya," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (8/4/2020).

Dia menuturkan, komunitas kulit hitam sedang terkena dampak tiga atau empat kali lebih besar dibanding komunitas lain di AS. "Kami akan memiliki statistik selama dua atau tiga hari ke depan. AS melakukan segala daya untuk mengatasi tantangan "luar biasa" dan akan memberikan dukungan," ungkapnya.

Pernyataan itu muncul setelah adanya laporan bahwa komunitas kulit hitam dan latin secara tidak proporsional terkena dampak pandemi ini.



Di Louisiana saja, negara bagian dengan 4,6 juta penduduk, orang kulit hitam menempati presentase tertinggi dalam hal kematian akibat Covid-19. Meskipun membentuk sekitar 32% dari populasi negara bagian, orang Afrika-Amerika telah menyumbang lebih dari 70% kematian yang disebabkan oleh virus itu.

Secara nasional, orang kulit hitam Amerika cenderung memiliki tingkat kondisi kesehatan kronis yang lebih tinggi, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes dibandingkan orang kulit putih Amerika. Hal yang sama berlaku untuk orang Latin. Kondisi tersebut menempatkan warga kulit hitam dalam resiko kematian yang lebih besar jika terinfeksi Covid-19.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1371 seconds (10.177#12.26)