Demam, Tolak Pakai Masker dan Ludahi Orang, Penumpang Kereta Diborgol

Selasa, 07 April 2020 - 15:41 WIB
Demam, Tolak Pakai Masker...
Demam, Tolak Pakai Masker dan Ludahi Orang, Penumpang Kereta Diborgol
A A A
BANGKOK - Seorang perempuan penumpang kereta api di Thailand diborgol petugas setelah menolak memakai masker wajah dan meludahi penumpang lain. Dia dikhawatirkan menyebarkan virus corona baru, COVID-19, karena menderita demam.

Mukda Juengthanasomboon, 53, naik kereta api di Nakhon Ratchasima, timur laut Thailand pada Jumat pagi pekan lalu ketika dia terlihat sakit. Dia bepergian ke provinsi Khon Kaen, wilayah tempat dia tinggal.

Namun, dia menjadi marah ketika staf kereta api memerintahkannya untuk mengenakan masker sesuai dengan hukum darurat untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Wanita itu dilaporkan berjalan di sepanjang gerbong kereta api sambil meludahi orang lain. Tindakannya memicu ketakutan dan menyebabkan para penumpang melarikan diri dari gerbong.

Para penumpang yang panik melaporkan wanita tersebut dan polisi memanggil petugas medis dengan alat pelindung untuk membantu mengendalikannya. Namun, Mukda juga meludahi para petugas medis ketika mereka memasuki gerbong.

Rekaman video yang dipublikasikan media setempat menunjukkan para petugas memborgol tangan Mukda lalu menjepitnya ke lantai dan mengikatnya ke tandu.

Dia akhirnya diseret keluar dari gerbong dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa terkait kemungkinan dirinya terinfeksi COVID-19.

Kepala petugas stasiun kereta api Nong Sun Ake Yungponkwan mengatakan mereka diberitahu oleh rumah sakit bahwa wanita itu memiliki gejala infeksi COVID-19. Dia memiliki suhu tubuh 37,9 derajat Celsius, sementara suhu tubuh normal adalah 36,5 -37,5 derajat Celsius.

"Rumah sakit mengatakan kepada kami bahwa dia sekarang dalam pengawasan karena hasil (pemeriksaan) suhu tubuhnya menunjukkan bahwa dia demam dan berisiko terinfeksi," katanya, seperti dikutip dari Daily Mirror, Selasa (7/4/2020).

"Gerbong kereta itu segera didesinfeksi untuk mencegah penyebaran COVID-19," lanjut dia.

Mukda telah dibawa ke kantor kesehatan umum di distrik Non Soong, Nakhon Ratchasima, sebelum dikarantina selama 14 hari. Pejabat tidak mengungkapkan apakah dia menderita COVID-19 atau tidak.

Naik kereta api maupun kereta bawah tanah tanpa masker pelindung saat ini dianggap ilegal di Thailand setelah memberlakukan keadaan darurat bulan lalu. Aturan ketat itu diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Pekan lalu seorang penumpang ditemukan tewas di atas kereta api Thailand dan dites positif COVID-19. Sebelumnya, penumpang itu meludahi orang lain ketika antre membeli tiket di stasiun.
(mas)
Berita Terkait
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
China Tidak Undang WHO...
China 'Tidak Undang' WHO Gabung dalam Investigasi COVID-19
WHO Temukan Indikasi...
WHO Temukan Indikasi Virus Corona Sudah Mengganas di China Sejak 2019
WHO Tunggu Undangan...
WHO Tunggu Undangan China untuk Gabung Dalam Investigasi Covid-19
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
2 jam yang lalu
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
4 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
5 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
9 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
10 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
11 jam yang lalu
Infografis
Bangladesh Rusuh, Mahasiswa...
Bangladesh Rusuh, Mahasiswa Bakar Stasiun TV dan 32 Orang Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved