10 Hari Gejala COVID-19 Tak Hilang, PM Inggris Dilarikan ke Rumah Sakit

Senin, 06 April 2020 - 07:31 WIB
10 Hari Gejala COVID-19...
10 Hari Gejala COVID-19 Tak Hilang, PM Inggris Dilarikan ke Rumah Sakit
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dilarikan ke rumah sakit untuk tes karena gejala infeksi coronavirus disease-19 ( COVID-19 ) yang dideritanya belum hilang. Gejala itu masih ada meski sudah sepuluh hari sejak dia dites positif terinfeksi virus tersebut.

PM Johnson adalah salah satu dari hampir 47.806 warga Inggris yang tertular virus mematikan itu.

"Atas saran dokternya, Perdana Menteri malam ini (tadi malam) telah dirawat di rumah sakit untuk tes," kata Downing Street atau Kantor PM Inggris dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam.

"Ini adalah langkah pencegahan," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip Reuters. "Karena Perdana Menteri terus memiliki gejala virus corona persisten sepuluh hari setelah tes positif untuk virus."

Johnson telah bekerja dari ruang isolasi sejak dia didiagnosis terinfeksi COVID-19. Pada Jumat pekan lalu, dia menggambarkan dirinya sudah merasa lebih baik. (Baca juga: Bak Zombie, Para Korban Virus Wuhan di China Ambruk di Jalan-jalan )

PM Johnson telah berkomunikasi dengan publik melalui video di ponselnya dan dia terlihat sakit sepanjang hari minggu. Pada konferensi pers tak lama sebelum Johnson dirawat di rumah sakit, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan pemimpin Inggris itu dalam kondisi "oke".

Johnson juga masih berkampanye melawan COVID-19 melalui Twitter. "Update cepat lain dari saya pada kampanye kami terhadap virus corona," tulis via akun @BorisJohnson.

"Anda menyelamatkan hidup dengan tinggal di rumah, jadi saya mendorong Anda untuk tetap menggunakannya akhir pekan ini, bahkan jika kita memiliki cuaca yang baik. #StayHomeSaveLives," lanjut Johnson.

Johnson bukan satu-satunya tokoh politik berpangkat tinggi di Inggris yang terpapar virus corona . Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris juga didiagnosis menderita COVID-19 beberapa hari sebelum Johnson, dan keluar dari isolasi minggu lalu ketika kesehatannya membaik.

Hancock juga didiagnosis menderita penyakit ini, sedangkan Downing Street Advisor, Dominic Cummings memasuki isolasi akhir bulan lalu setelah mengalami gejala COVID-19.

Menurut data Worldometers, Senin (6/4/2020) pukul 07.15 WIB, Inggris memiliki 47.806 kasus infeksi COVID-19 dengan 4.934 kematian.

Pemerintah Inggris sedang mempersiapkan kemungkinan puncak kasus kematian akhir pekan depan. Ratu Elizabeth II memperingatkan masyarakat pada hari Minggu bahwa Inggris "mungkin masih harus menanggung banyak lagi".
(mas)
Berita Terkait
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
China Tidak Undang WHO...
China 'Tidak Undang' WHO Gabung dalam Investigasi COVID-19
WHO Temukan Indikasi...
WHO Temukan Indikasi Virus Corona Sudah Mengganas di China Sejak 2019
WHO Tunggu Undangan...
WHO Tunggu Undangan China untuk Gabung Dalam Investigasi Covid-19
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
3 jam yang lalu
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
6 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
10 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
11 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
12 jam yang lalu
Infografis
WHO Tegaskan Orang Sehat...
WHO Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Disuntik Vaksin Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved