Wabah Corona Melanda, KTT Iklim PBB Terpaksa Ditunda

Kamis, 02 April 2020 - 10:58 WIB
Wabah Corona Melanda,...
Wabah Corona Melanda, KTT Iklim PBB Terpaksa Ditunda
A A A
LONDON - Inggris mengatakan bahwa mereka akan menunda KTT Iklim PBB yang sejatinya dihelat di Glasgow, Skotlandia pada bulan November mendatang hingga tahun depan. Hal ini tidak terlepas dari pandemi virus Corona yang terjadi di negara itu.

"Tanggal untuk konferensi yang dijadwalkan kembali pada 2021, diselenggarakan di Glasgow oleh Inggris dalam kemitraan dengan Italia, akan ditetapkan pada waktunya setelah diskusi lebih lanjut dengan para pihak," bunyi pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Inggris seperti dilansir dari Xinhua, Kamis (2/4/2020).

Siaran pers itu mencatat bahwa keputusan tersebut telah diambil oleh perwakilan dari Biro COP UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim), dengan Inggris dan mitra-mitranya di Italia.

"Mengingat efek COVID-19 yang sedang berlangsung di seluruh dunia, mengadakan COP26 yang ambisius dan inklusif pada November 2020 tidak lagi mungkin," bunyi rilis tersebut.

"Penjadwalan ulang akan memastikan semua pihak dapat fokus pada masalah yang akan dibahas pada konferensi vital ini dan memberikan lebih banyak waktu untuk persiapan yang diperlukan untuk terjadi," sambung pernyataan itu.

President-Designate COP26 dan Sekretaris Negara Inggris untuk Strategi Bisnis, Energi dan Industri Alok Sharma mengatakan: "Kami akan terus bekerja tanpa lelah dengan mitra kami untuk memberikan ambisi yang diperlukan untuk mengatasi krisis iklim dan saya berharap untuk menyetujui tanggal baru untuk konferensi."

Sementara Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB Patricia Espinosa mengatakan bahwa COVID-19 adalah ancaman paling mendesak yang dihadapi umat manusia saat ini.

"Tetapi kita tidak bisa melupakan bahwa perubahan iklim adalah ancaman terbesar yang dihadapi umat manusia dalam jangka panjang," ia menambahkan.

"Kami terus mendukung dan mendesak negara-negara untuk secara signifikan meningkatkan cita-cita iklim sejalan dengan Perjanjian Paris," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Inggris Bela Keputusan...
Inggris Bela Keputusan Soal Pencabutan Lockdown
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Boris Johnson: Masih...
Boris Johnson: Masih Terlalu Dini Cabut Penguncian di Inggris
Korban Meninggal Meningkat,...
Korban Meninggal Meningkat, Inggris Perpanjang Lockdown
Mutasi Baru Lahir di...
Mutasi Baru Lahir di Inggris, Dunia Siaga Satu
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
40 menit yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
1 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
3 jam yang lalu
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved