Arab Saudi Sita Lima Juta Masker, 10 Orang Tewas Akibat Covid-19

Rabu, 01 April 2020 - 10:45 WIB
Arab Saudi Sita Lima...
Arab Saudi Sita Lima Juta Masker, 10 Orang Tewas Akibat Covid-19
A A A
RIYADH - Krisis virus corona (Covid-19) di Arab Saudi semakin memburuk. Terjadi kekurangan persediaan masker akibat warga panik memborong masker dan kebutuhan pokok lainnya.

Otoritas Saudi pun melakukan penyitaan lima juga masker yang ditimbun oleh pihak-pihak yang memanfaatkan krisis itu untuk meraup untung.

“Kementerian Perdagangan menyita 1,17 juta masker dari toko swasta di Hail, barat laut Riyadh,” ungkap laporan kantor berita SPA.

Otoritas juga menyita lebih dari empat juta masker yang disimpan di gudang di kota Jeddah. Penimbunan itu melanggar regulasi perdagangan di Saudi.

“Orang yang bertanggung jawab atas aktivitas itu akan diadili dan masker sitaan akan didistribusikan lagi ke pasar terbuka,” papar pernyataan Kementerian Perdagangan.

Apotek-apotek di Saudi melaporkan kekurangan masker akibat panic buying. Otoritas juga terus memperingatkan agar tak ada penimbunan dan kenaikan harga.

Hingga saat ini korban tewas akibat virus corona di Saudi telah mencapai 10 orang. Adapun kasus yang dikonfirmasi mencapai 1.500.

Secara global, lebih dari 825.000 orang telah terinfeksi corona dan lebih dari 40.000 orang tewas.

Situasi itu membuat Saudi meminta umat Muslim di dunia menunggu hingga ada informasi lebih jelas tentang wabah itu sebelum merencanakan perjalanan haji.

Penghentian haji tahun ini dapat mempengaruhi umat Islam di penjuru dunia yang biasanya telah sejak lama menyiapkan diri mengikuti haji.

Sekitar 2,5 juta jamaah haji dari penjuru dunia biasanya datang ke Mekah dan Madinah untuk ritual ibadah yang dimulai akhir Juli mendatang.

Kedatangan jamaah haji juga menjadi sumber pendapatan yang besar bagi Saudi. Namun wabah corona saat ini membuat Saudi mempertimbangkan ulang penyelenggaraan haji tahun ini.

“Arab Saudi sepenuhnya siap melayani jamaah haji dan Umrah. Namun dengan kondisi sekarang, kita bicara tentang pandemi global, kerajaan ingin melindungi kesehatan umat Muslim dan warganya, dan kami minta saudara Muslim kami di semua negara menunggu sebelum melakukan kontrak Haji hingga situasinya jelas,” papar Menteri Haji dan Umrah Saudi Mohammed Saleh Benten.

Awal bulan ini Saudi telah menghentikan umrah karena khawatir wabah corona menyebar ke kota-kota suci di negara itu.

Saudi juga telah menghentikan semua penerbangan penumpang internasional tanpa batas waktu yang jelas.

Pekan lalu, Saudi menghalangi perjalanan masuk dan keluar ke beberapa kota, termasuk Mekah dan Madinah.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Pria Bernama Wuhan Ini...
Pria Bernama Wuhan Ini Namai Bayinya dengan Kota Asal COVID-19
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
39 menit yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
1 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
2 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
3 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
5 jam yang lalu
Infografis
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Orang di AS, 10 Warga Tewas dan 30 Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved