Italia Belum Mencapai Puncak Wabah, Lockdown Diperpanjang

Sabtu, 28 Maret 2020 - 02:01 WIB
Italia Belum Mencapai...
Italia Belum Mencapai Puncak Wabah, Lockdown Diperpanjang
A A A
ROMA - Infeksi virus corona di Italia belum mencapai puncak wabah. Para pejabat memperingatkan lockdown akan diperpanjang hingga setelah 3 April.

Italia melaporkan 8.215 korban tewas akibat virus corona, paling banyak dibandingkan negara lain di dunia. Total kasus mencapai 80.539 berdasarkan data terbaru pemerintah.

“Kita belum mencapai puncak dan kita belum melaluinya,” ungkap Kepala Superior Health Institute Silvio Brusaferro.

Dia menambahkan, ada sejumlah tanda penurunan jumlah orang yang terinfeksi. “Saat penurunan terjadi, seberapa jauh itu tergantung pada perilaku kita,” papar Brusaferro menyebut seberapa patuh warga Italia akan terus menghormati lockdown yang diterapkan pemerintah.

Italia menjadi negara Barat pertama yang menerapkan pembatasan pergerakan secara ketat setelah menemukan wabah itu lima pekan silam. Otoritas memperketat pembatasan, melarang semua aktivitas tidak penting hingga Jumat pekan depan.

Meski demikian, Franco Locatelli, kepala dewan penasehat pemerintah untuk masalah kesehatan menjelaskan, batas waktu lockdown perlu diperpanjang.

“Jika saya telah memutuskan menggunakan data hari ini, saya yakin langkah itu akan diperpanjang,” kata dia.

Sekolah dan universitas menjadi lokasi pertama yang ditutup sejak 5 Maret. Menteri Pendidikan Lucia Azzolina menjelaskan, tanggal untuk pencabutan penutupan pada 3 April akan diperpanjang.

“Tujuan kami memastikan pelajar kembali sekolah hanya saat kami sepenuhnya yakin bahwa itu aman. Kesehatan adalah prioritas,” ungkap Azzolina.

Wilayah Lombardy menjadi lokasi terparah yang terkena wabah, mencakup 43% total kasus dan 60% korban tewas.

Wilayah itu mengalami peningkatan kasus baru pada Kamis (26/3) namun Gubernur Attilio Fontana menyatakan peningkatan itu karena tes ditingkatkan.

“Hari ini ada pengurangan jumlah infeksi, yang merupakan berita bagus,” kata Fontana yang menambahkan untuk melihat tren maka perlu mengamati data selama periode lima hari.

“Tingkat infeksi tidak tumbuh dan saya pikir itu turun,” ujar Fontana.
(sfn)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Pria Bernama Wuhan Ini...
Pria Bernama Wuhan Ini Namai Bayinya dengan Kota Asal COVID-19
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
1 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
2 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
2 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
3 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
4 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved