Sehari, 769 Orang Meninggal Akibat Corona di Spanyol

Jum'at, 27 Maret 2020 - 21:33 WIB
Sehari, 769 Orang Meninggal...
Sehari, 769 Orang Meninggal Akibat Corona di Spanyol
A A A
MADRID - Kementerian Kesehatan Spanyol mengumumkan bahwa mereka telah mencatat rekor baru untuk korban meninggal akibat virus Corona dalam sehari. Tercatat, 769 orang meninggal akibat terinfeksi virus yang diberi nama COVID-19 itu.

Pejabat kesehatan Spanyol mengungkapkan bahwa secara keseluruhan jumlah korban meninggal akibat virus Corona melonjak menjadi 4.858. Jumlah kasus virus Corona telah meningkat secara dramatis di Spanyol dalam beberapa minggu terakhir. Jumlah infeksi yang dikonfirmasi di negara itu telah meningkat dari 56.188 ke 64.059.

Kementerian Kesehatan Spanyol juga mengatakan bahwa 9.637 orang telah sembuh dari infeksi virus COVID-19, seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (27/3/2020).

Meski begitu, tingkat infeksi tampaknya melambat, dengan lompatan 7.871 dalam kasus-kasus baru atau "hanya" meningkat 14 persen dibanding hari sebelumnya. Pada hari Kamis, peningkatan kasus-kasus infeksi baru mencapai 18 persen, dan 20 persen pada Rabu.

Namun, yang mengkhawatirkan, adalah persentase angka kematian di Spanyol yang tetap tinggi sekitar 7,5 persen. Lebih dari 2.000 kematian telah dikonfirmasi di Ibu Kota Madrid, sementara Catalonia dan negara Basque masing-masing mencatat 880 dan 180 kematian.

Pemerintah Spanyol telah memperpanjang penguncian (lockdown) di negara itu hingga setidaknya 12 April mendatang di saat sistem layanan kesehatannya berupaya keras untuk memerangi gelombang wabah tersebut.

Sementara itu, otoritas Spanyol mengklaim bahwa alat tes virus Corona yang dibeli dari China salah, karena tingkat akurasinya yang mencapai sub-30 persen menjadikannya tidak dapat digunakan. Akibatnya, Spanyol akan mengembalikan kelompok alat uji pertama yang diterima dari China, tempat wabah virus Corona pertama kali terjadi akhir tahun lalu.

Kedutaan Besar China mengkonfirmasi bahwa perangkat yang rusak itu bukan bagian dari kesepakatan senilai 423 juta Euro antara kedua negara, yang mencakup sekitar 5,5 juta alat pengujian. Kedutaan China mengklaim bahwa alat tersebut berasal dari penyedia tanpa izin, Shenzhen Bioeasy Biotechnology. Spanyol dilaporkan membeli 340.000 alat dari perusahaan itu.
(ian)
Berita Terkait
Spanyol Perpanjang Keadaan...
Spanyol Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
Dites, Seekor Kucing...
Dites, Seekor Kucing di Spanyol Positif Virus Corona
Virus Corona Sapu Madrid,...
Virus Corona Sapu Madrid, Spanyol Pertimbangkan Keadaan Darurat
Langgar Lockdown Sambil...
Langgar Lockdown Sambil Telanjang, Wanita Spanyol Ditangkap 2 Kali
Korban Meninggal Covid-19:...
Korban Meninggal Covid-19: Prancis Salip Spanyol
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
1 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
2 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
3 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
4 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
5 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved