Di Inggris, Petugas Damkar Bertugas Kumpulkan Mayat Korban Corona

Jum'at, 27 Maret 2020 - 18:20 WIB
Di Inggris, Petugas...
Di Inggris, Petugas Damkar Bertugas Kumpulkan Mayat Korban Corona
A A A
LONDON - Pandemi virus Corona yang terjadi di Inggris membuat petugas pemadam kebaran (Damkar) di Inggris mendapatkan sejumlah tugas baru. Negeri Ratu Elizabeth itu menggunakan petugas Damkar untuk mengirim makanan, mengumpulkan mayat korban infeksi virus Corona baru, COVID-19, dan mengendarai ambulans.

Inggris bersiap menghadapi puncak dari pandemi virus Corona yang telah merenggut nyawa lebih dari 22 ribu orang di dunia. Inggris awalnya mengambil pendekatan yang sederhana terhadap krisis kesehatan terburuk sejak epidemi influenza 1918. Tetapi kemudian, mereka mengubah taktik untuk menerapkan kontrol ketat setelah proyeksi menunjukkan seperempat juta orang Inggris bisa mati.

Perdana Menteri Boris Johnson telah memerintahkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Kebijakan ini melarang warga Inggris meninggalkan rumah mereka untuk alasan yang tidak penting.

Sejauh ini, 578 orang di Inggris telah meninggal setelah dites positif virus Corona dan jumlah kasus yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi 11.658. Menurut penghitungan Reuters, jumlah ini adalah yang terburuk ketujuh di dunia, setelah Italia, Spanyol, China, Iran, Prancis dan Amerika Serikat.

Di bawah kesepakatan yang dicapai antara Serikat Pemadam Kebakaran Inggris (FBU), Kepala Pemadam Kebakaran dan Pengusaha Pemadam Kebakaran, petugas Damkar akan terus menanggapi laporan keadaan darurat mereka dan juga akan melakukan tugas-tugas baru.

“Kita menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang tak tertandingi dalam kehidupan kita. Wabah virus Corona sekarang menjadi darurat kemanusiaan dan petugas pemadam kebakaran dengan tepat ingin membantu komunitas mereka,” kata sekretaris jenderal FBU, Matt Wrack.

"Banyak yang takut kehilangan nyawa dalam wabah ini bisa sangat besar dan petugas pemadam kebakaran, yang sering menangani situasi dan insiden yang mengerikan, siap untuk turun tangan untuk membantu pengambilan mayat," imbuhnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2020)

Selain mengumpulkan mayat seandainya ada korban massal, petugas Damkar dapat mengendarai ambulans, dan membawa makanan serta obat-obatan ke pihak yang rentan berdasarkan perjanjian.

Untuk mengatasi wabah ini, Inggris telah meminta puluhan ribu pensiunan dokter dan petugas kesehatan untuk kembali bekerja, sementara ratusan ribu orang telah mengajukan diri untuk membantu Layanan Kesehatan Nasional (NSH) yang dikelola pemerintah.

Pada hari Jumat, layanan ambulans Ibu Kota meminta bantuan mantan paramedis dan ruang kontrol, serta pasukan polisi London meminta petugas yang telah pensiun dalam lima tahun terakhir untuk kembali bekerja.

"Adalah penting bahwa kita mengambil semua langkah yang wajar untuk meningkatkan jumlah kita," kata Komisaris Polisi Metropolitan London, Cressida Dick.

Warga Inggris di seluruh negeri turun ke balkon dan pintu depan mereka pada Kamis malam untuk memberi tepuk tangan kepada petugas kesehatan. Mereka bahkan memukul-mukul panci dan wajan untuk menunjukkan dukungan bagi mereka yang bekerja untuk NHS yang sangat dicintai bangsa.

Meski begitu, pemerintah Inggris tidak lepas dari kritik. Mereka dianggap kurang cepat dalam menyediakan peralatan pelindung bagi staf kesehatan di garis depan dan juga berebut untuk mencari ribuan ventilator untuk merawat mereka yang memiliki masalah pernapasan parah yang disebabkan oleh virus COVID-19.

Pemerintah Inggris telah mengakui bahwa mereka kehilangan kesempatan untuk bergabung dengan skema pengadaan Uni Eropa untuk mencari peralatan karena email yang campur aduk.

"Ada masalah dalam hal komunikasi sehingga proses tender skema itu sudah dimulai," kata Menteri Bisnis Inggris Alok Sharma kepada radio BBC.
(ian)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Inggris Bela Keputusan...
Inggris Bela Keputusan Soal Pencabutan Lockdown
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Boris Johnson: Masih...
Boris Johnson: Masih Terlalu Dini Cabut Penguncian di Inggris
Korban Meninggal Meningkat,...
Korban Meninggal Meningkat, Inggris Perpanjang Lockdown
Mutasi Baru Lahir di...
Mutasi Baru Lahir di Inggris, Dunia Siaga Satu
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
1 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
2 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
2 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
3 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved