Virus Corona Mewabah, Iran Ampuni 10.000 Tahanan

Kamis, 19 Maret 2020 - 09:31 WIB
Virus Corona Mewabah,...
Virus Corona Mewabah, Iran Ampuni 10.000 Tahanan
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran memutuskan akan mengampuni 10.000 tahanan, termasuk tahanan politik, untuk menghormati tahun baru Iran pada hari Jumat (20/3/2020) besok. Grasi untuk tahanan sebanyak itu diberikan di saat negara para Mullah dilanda virus corona jenis baru, COVID-19 .

Tidak disebutkan apakah pengampunan ini akan mencakup pekerja bantuan Inggris-Iran; Nazanin Zaghari-Ratcliffe, yang dibebaskan pada hari Selasa selama dua minggu, ketika 85.000 tahanan dibebaskan sementara karena wabah virus corona baru.

Akademisi Inggris-Australia; Kylie Moore-Gilbert, diketahui juga telah dibebaskan. Namun, belum diketahui apakah dia juga bagian dari 10.000 tahanan yang diampuni. (Baca juga: Kisah Wanita 103 Tahun di Iran Mengalahkan Virus Corona )

"Sejumlah besar tahanan yang telah dibebaskan sementara tidak perlu kembali ke penjara setelah pengampunan pemimpin," kata Gholamhossein Esmaili, seorang juru bicara pengadilan Iran, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/3/2020).

“Mereka yang akan diampuni tidak akan kembali ke penjara...hampir setengah dari tahanan (politik) terkait keamanan itu akan diampuni juga," lanjut dia.

"Poin yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah bahwa grasi ini juga mencakup tahanan terkait keamanan dengan hukuman penjara kurang dari lima tahun."

Zaghari-Ratcliffe dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada 2016. Sedangkan Moore-Gilbert telah ditahan di sebuah penjara di Teheran selama 18 bulan setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan rahasia atas tuduhan spionase. Dia membantah tuduhan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menangkap puluhan warga negara ganda dan warga asing selama beberapa tahun terakhir, termasuk warga Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Austria, Prancis, Swedia, Belanda, dan Lebanon. Teheran membantah alasan politik di balik penahanan orang-orang tersebut dan menuduh para tahanan asing melakukan spionase.

Wabah virus corona baru telah mendorong seruan dari PBB dan Amerika Serikat terhadap Iran untuk membebaskan para tahanan politik, termasuk puluhan warga negara ganda dan warga asing. Alasannya, penjara Iran penuh sesak dan rawan dengan infeksi COVID-19 .

Iran diklaim memiliki 189.500 orang di penjara. Angka ini berasal dari pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Iran, Javaid Rehman, yang diajukan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Januari lalu. Banyak tahanan terkait dengan protes anti-pemerintah pada bulan November 2019.
(mas)
Berita Terkait
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Zombie Angelina Jolie...
'Zombie Angelina Jolie' Iran Terinfeksi Virus Corona di Penjara
Pemred Media Iran Ditangkap...
Pemred Media Iran Ditangkap karena Kartun yang Menghina Khamenei
WHO: Seperti HIV, Virus...
WHO: Seperti HIV, Virus Corona Mungkin Tak Akan Pernah Hilang
AS Desak WHO Segera...
AS Desak WHO Segera Lakukan Penyelidikan Pandemi Covid-19
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
2 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
3 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
4 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
5 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved