Inggris Prediksi 20.000 Warganya Bisa Terbunuh COVID-19

Rabu, 18 Maret 2020 - 16:13 WIB
Inggris Prediksi 20.000...
Inggris Prediksi 20.000 Warganya Bisa Terbunuh COVID-19
A A A
LONDON - Kepala Penasihat Ilmiah Inggris, Sir Patrick Vallance, memprediksi kematian warga oleh vorus corona jenis baru, COVID-19, bisa mencapai 20.000 orang. Jumlah itu pun dia sebut sebagai "hasil yang baik" karena angka prediksi itu sudah dia turunkan.

Paparan yang mengejutkan itu disampaikan di hadapan Parlemen pada Selasa (17/3/2020). Sir Patrick ditanya apakah tujuan pemerintah Inggris adalah mengurangi jumlah kematian oleh virus corona baru dari ratusan ribu menjadi puluhan ribu. "Itulah harapan, bahwa kita bisa mencapai itu," katanya, seperti dikutip ITV News.

"Untuk memasukkannya ke dalam perspektif, setiap tahun dalam flu musiman jumlah kematian diperkirakan sekitar 8.000. Jadi jika kita dapat menurunkannya menjadi 20.000 dan di bawahnya, itu adalah hasil yang baik dalam hal di mana kita berharap untuk sampai dengan wabah ini," paparnya.

"Maksud saya, ini masih mengerikan. Maksud saya itu masih banyak kematian dan masih sangat besar tekanan pada layanan kesehatan," ujar Sir Patrick.

"Anda tahu situasinya suram ketika 20.000 kematian akan memenuhi syarat sebagai 'hasil yang baik'," paparnya.

Komite terkait Parlemen juga membaca surat yang mengganggu dari dokter kecelakaan dan gawat darurat (A&E) terkait respons pemerintah dalam menghadapi wabah COVID-19. Dalam suratnya, dokter mengatakan rumah sakit Inggris sudah berjuang untuk mengatasinya.

"Ini pembantaian mutlak dalam A&E. Kekacauan total. Kami tidak memiliki APD (alat pelindung) yang tepat," tulis dokter itu.

"Kami diberikan masker kertas yang jelek, bukan masker FFP3 yang kami butuhkan, dan tidak semua orang mendapatkannya. Secara harfiah, para dokter melihat pasien yang paling sakit, yang dicurigai terkena serangan jantung, sepsis—yang harus mereka lindungi adalah sedikit kertas di mulut mereka, seolah-olah itu akan melakukan apa pun untuk melindungi mereka," lanjut surat tersebut.

"Ada semua pasien (virus corona), tetapi kemudian ada juga semua pasien yang sakit parah. Orang tidak berhenti mengalami RTA (renal tubular acidosis), serangan jantung, stroke, dan pinggul yang patah, bukan?."

"Semuanya ada di sini dan ini pembantaian total. Saya kaget. Saya merasa seperti kita dilemparkan ke serigala di sini. Beberapa dari kita akan mati. Kita tahu beberapa akan mati," imbuh surat tersebut.

Dokter kemudian menuduh pemerintah mengejar rencana yang "menipu" selama beberapa bulan terakhir.

"Saya merasa dikhianati, saya merasa takut, saya merasa kita pada dasarnya adalah anak domba dari pembantaian," papar surat dokter tersebut.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan serangkaian langkah baru yang jauh lebih ketat dalam upaya memperlambat penyebaran COVID-19.

Johnson mengatakan kepada masyarakat Inggris untuk menghindari pertemuan dan tempat-tempat ramai, bekerja dari rumah jika memungkinkan dan menghentikan semua kunjungan yang tidak perlu ke teman dan kerabat.

Dia mengatakan jika satu orang di rumah tangga menunjukkan gejala yang konsisten dengan COVID-19, setiap orang yang tinggal di rumah itu akan diminta untuk melakukan karantina sendiri selama dua minggu.

Data dari situs pelaporan online worldometers.info sore ini (18/3/2020), ada 1.950 kasus infeksi COVID-19 di Inggris dengan kematian sebanyak 71 orang. Jumlah pasien yang disembuhkan 65 orang.
(mas)
Berita Terkait
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
WHO: Pasien Sembuh Tidak...
WHO: Pasien Sembuh Tidak Kebal Terhadap Virus Corona
WHO Setuju Lakukan Investigasi...
WHO Setuju Lakukan Investigasi Covid-19
Berita Terkini
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
1 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
2 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
3 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
4 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
6 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved