Media Asing Soroti Klaim Jokowi Minum Jamu Tangkal Virus Corona

Senin, 16 Maret 2020 - 10:42 WIB
Media Asing Soroti Klaim...
Media Asing Soroti Klaim Jokowi Minum Jamu Tangkal Virus Corona
A A A
JAKARTA - Media-media asing menyoroti klaim Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bahwa minum jamu menjadi cara untuk menangkal infeksi virus corona jenis baru, COVID-19. Klaim pemimpin Indonesia ini dianggap telah memperkuat spekulasi bahwa ramuan herbal dapat melawan COVID-19.

"Indonesia President Joko stokes speculation herbs can fight coronavirus," bunyi judul berita media Singapura, The Straits Times yang mengutip Bloomberg.

Presiden Joko dalam sebuah pernyataan yang di-posting di situs web pemerintah mengaku minum jamu campuran jahe merah, serai, kunyit dan temulawak hingga tiga kali sehari sejak virus corona jenis baru menyebar di seluruh dunia. (Baca: Ada Corona, Jokowi Minum Jamu Tiga Kali Sehari )

"Saya minum ramuannya sebagai gantinyateh sekarang," kata Jokowi dalam pernyataannya. "Saya memberikan minuman untuk tamu saya, apakah itu pagi, siang atau malam hari."

Di kalangan masyarakat Indonesia, jamu memang diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari flu biasa, sakit perut hingga asam urat. Bahkan minuman herbal tradisional Indonesia ini diyakini dapat meningkatkan stamina seksual bagi kaum pria.

Industri jamu di Indonesia resmi terdaftar. Contohnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Namun, menurut laporan media-media asing tersebut, klaim bahwa jamu sebagai penangkal COVID-19 belum dapat dibuktikan.

Kendati demikian, Jokowi bukan satu-satunya orang yang beralih ke ramuan herbal di tengah meningkatnya kekhawatiran akan menyebarnya COVID-19. Menurut Jokowi, permintaan untuk jamu telah meningkat sedemikian rupa sehingga harga jahe merah, kunyit dan temulawak melonjak lima kali lipat.

Dalam pengobatan yang lebih konvensional, investor telah memasang taruhan pada siapa yang akan menjadi yang pertama mengembangkan antivirus untuk COVID-19. Saham pembuat obat dan perusahaan biotek Amerika Serikat telah menentang kekalahan pasar, meskipun belum ada pengobatan atau vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global. Virus ini telah menyebar ke 153 negara dan hingga kini (16/3/2020) sudah menewaskan 6.518 orang secara global. Sedangkan jumlah kasus positif infeksi COVID-19 secara global mencapai 169.605 dan sebanyak 77.772 pasien disembuhkan.

Di Indonesia ada 117 kasus COVID-19 dan lima orang meninggal. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi termasuk salah satu orang yang terinfeksi virus tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
6 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
9 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
11 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
13 jam yang lalu
Infografis
Uang Tunai Menularkan...
Uang Tunai Menularkan Virus Corona, Benarkah? Cek Faktanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved