Cegah Penularan Corona, Palestina Larang Warga Salat di Masjid

Minggu, 15 Maret 2020 - 13:21 WIB
Cegah Penularan Corona,...
Cegah Penularan Corona, Palestina Larang Warga Salat di Masjid
A A A
YERUSALEM - Otoritas Palestina melarang salat di masjid dan berdoa di gereja di Tepi Barat yang diduduki guna mencegah penyebaran virus Corona. Sementara penguasa Gaza, kelompok Hamas, mengatakan semua penyeberangan perbatasan di wilayah kantong itu ditutup.

Kementerian Urusan Agama Otoritas Palestina meminta warga Palestina untuk beribadah di rumah.

"Mengingat rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk meminimalkan kontak antara orang-orang dan mengurangi pertemuan sebanyak mungkin, kami menyerukan umat Muslim kami di Palestina untuk mengadakan salat di rumah," bunyi pernyataan yang dikeluarkan kementerian seperti dilansir dari Middle East Eye, Minggu (15/3/2020).

Di Ramallah, seorang muazin di sebuah masjid mengumandangkan adzan dengan menambahkan kata-kata: "Salat di rumah, salat di rumah."

Pekan lalu, MEE melaporkan bahwa Otoritas Palestina menyatakan keadaan darurat di Tepi Barat yang diduduki dan mengunci Betlehem setelah tujuh kasus virus corona baru dikonfirmasi di kota itu.

Menurut pejabat kesehatan Palestina, 38 kasus virus Corona sekarang telah dikonfirmasi di Tepi Barat yang diduduki, di mana Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas di bawah Otoritas Palestina. Sementara tidak ada kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan di Jalur Gaza yang berpenduduk padat, yang dikendalikan oleh Hamas.

Pemerintah yang dipimpin Hamas mengatakan pihaknya menutup penyeberangan perbatasan Gaza dengan Israel dan Mesir untuk perjalanan, tidak termasuk kasus-kasus yang mengancam jiwa yang memerlukan perawatan medis di luar daerah kantong itu.

Hamas juga memberlakukan ketentuan pertemuan akan dibatasi hingga 100 orang dan sekolah-sekolah harus ditutup hingga Maret.

Mengutip alasan keamanan, Israel dan Mesir menjaga Jalur Gaza di bawah blokade dengan kontrol ketat atas pergerakan lintas perbatasan mereka.

Otoritas agama sejauh ini menjaga Masjid Al Aqsa di Yerusalem, yang merupakan situs paling suci umat Islam, terbuka untuk salat.

Dewan yang ditunjuk Yordania mengawasi situs-situs Islam di kompleks suci Yerusalem telah membuatnya terbuka untuk salat Jumat, mendorong umat beriman untuk berkumpul di halaman luar kompleks 35 hektar itu daripada di dalam masjid tertutup.

Dewan Wakaf meyakinkan para jamaah dalam sebuah pernyataan minggu ini bahwa seluruh kompleks, termasuk kubah emasnya dari Dome of the Rock, sedang disterilkan terus menerus.

Di Israel, di mana 164 kasus virus Corona telah dikonfirmasi, pertemuan telah dibatasi hingga 100 orang. Beberapa otoritas keagamaan, termasuk Patriarkat Latin Yerusalem, telah bergerak untuk menerapkan kontrol kerumunan di tempat-tempat ibadah.
(ian)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Palestina Perpanjang...
Palestina Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona Hingga 5 Juni
Palestina Laporkan Kematian...
Palestina Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona di Gaza
Suara Pengkhotbah Al-Aqsa...
Suara Pengkhotbah Al-Aqsa Bergema di Seluruh Yerusalem di Tengah Pandemi
Kemenkes Umumkan Covid-19...
Kemenkes Umumkan Covid-19 Varian Baru Masuk Indonesia
Pandemi Virus Corona,...
Pandemi Virus Corona, Masjid Al-Aqsa Tiadakan Shalat Tarawih
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
1 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
2 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
4 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
6 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved