Berunding dengan Pemerintah Afghanistan, Taliban Ajukan Syarat
Sabtu, 07 Maret 2020 - 01:03 WIB
Berunding dengan Pemerintah Afghanistan, Taliban Ajukan Syarat
A
A
A
KABUL - Kelompok Taliban akan ambil bagian dalam pembicaraan intra Afghanistan yang direncanakan pada 10 Maret mendatang. Namun, sebelumnya kelompok itu mengajukan syarat agar hal itu bisa terlaksana.
Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen mengatakan, Taliban akan mengikuti pembicaraan jika pemerintah Afghanistan mengimplementasikan ketentuan yang sebelumnya telah dicapai.
"Jika ketentuan perjanjian diterapkan dan tahanan dibebaskan, Imarah Islam siap untuk negosiasi intra-Afghanistan pada 10 Maret. Tim negosiasi dan agenda kami siap dan akan berjalan sesuai kesepakatan," tulisnya di Twitter.
"Jika negosiasi ditunda setelah tanggal yang ditentukan, tanggung jawab akan berada di tangan pihak yang lain," sambungnya seperti dilansir dari TASS, Sabtu (7/3/2020).
Pada 2 Maret, kantor berita Reuters mengutip juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid melaporkan, bahwa Taliban tidak akan ambil bagian dalam pembicaraan intra-Afghanistan sampai pemerintah Afghanistan membebaskan 5.000 tahanan.
Sementara menurut kantor berita AFP, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan dalam konferensi pers bahwa pembebasan tahanan tidak bisa menjadi syarat untuk pembicaraan intra-Afghanistan.
Pada tanggal 29 Februari, perjanjian damai antara AS dan Taliban ditandatangani di Doha Qatar. Menurut perjanjian itu, pembicaraan intra-Afghanistan seharusnya dimulai pada 10 Maret. Sebagai langkah membangun kepercayaan, Taliban setuju untuk membebaskan 1.000 tahanan, sementara pemerintah harus membebaskan 5.000 pendukung Taliban sebelum 10 Maret. (Baca: AS-Taliban Teken Kesepakatan Damai, Akhiri Perang 19 Tahun )
Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen mengatakan, Taliban akan mengikuti pembicaraan jika pemerintah Afghanistan mengimplementasikan ketentuan yang sebelumnya telah dicapai.
"Jika ketentuan perjanjian diterapkan dan tahanan dibebaskan, Imarah Islam siap untuk negosiasi intra-Afghanistan pada 10 Maret. Tim negosiasi dan agenda kami siap dan akan berjalan sesuai kesepakatan," tulisnya di Twitter.
"Jika negosiasi ditunda setelah tanggal yang ditentukan, tanggung jawab akan berada di tangan pihak yang lain," sambungnya seperti dilansir dari TASS, Sabtu (7/3/2020).
Pada 2 Maret, kantor berita Reuters mengutip juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid melaporkan, bahwa Taliban tidak akan ambil bagian dalam pembicaraan intra-Afghanistan sampai pemerintah Afghanistan membebaskan 5.000 tahanan.
Sementara menurut kantor berita AFP, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan dalam konferensi pers bahwa pembebasan tahanan tidak bisa menjadi syarat untuk pembicaraan intra-Afghanistan.
Pada tanggal 29 Februari, perjanjian damai antara AS dan Taliban ditandatangani di Doha Qatar. Menurut perjanjian itu, pembicaraan intra-Afghanistan seharusnya dimulai pada 10 Maret. Sebagai langkah membangun kepercayaan, Taliban setuju untuk membebaskan 1.000 tahanan, sementara pemerintah harus membebaskan 5.000 pendukung Taliban sebelum 10 Maret. (Baca: AS-Taliban Teken Kesepakatan Damai, Akhiri Perang 19 Tahun )
(ian)