Rusia Tak Bisa Lagi Jamin Keselamatan Pesawat Turki di Langit Suriah

Senin, 02 Maret 2020 - 07:49 WIB
Rusia Tak Bisa Lagi...
Rusia Tak Bisa Lagi Jamin Keselamatan Pesawat Turki di Langit Suriah
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa mereka tidak bisa lagi menjamin keselamatan pesawat Turki yang terbang di atas wilayah atau langit Suriah utara. Sikap Moskow ini sebagai respons setelah Ankara menembak jatuh dua jet tempur Su-24 Damaskus pada hari Minggu.

Pengumuman kementerian itu muncul Minggu petang dan dilansir Sputniknews, Senin (2/3/2020). (Baca: Konflik Kian Panas, Turki Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Suriah )

Rezim Damaskus yang dipimpin Presiden Suriah Bashar al-Assad memutuskan menutup wilayah udara untuk setiap pesawat asing. Pesawat asing, selain milik Rusia, dianggap sebagai musuh. Artinya, pesawat yang melintas berpotensi ditembak jatuh.

Dua jet tempur Su-24 Suriah ditembak jatuh oleh militer Turki di Idlib kemarin setelah pesawat nirawak Turki dijatuhkan di wilayah yang sama. Kedua pilot Su-24 selamat setelah terlontar dari pesawat mereka dan mendarat dengan parasut.

Seorang sumber di Kementerian Pertahanan Suriah mengungkapkan bahwa jet tempur F-16 Turki telah dua kali masuk ke wilayah udara Suriah pada siang hari kemarin dan menembaki pesawat pasukan pemerintah Assad.

Pada hari yang sama, kata sumber tersebut, sistem pertahanan udara Suriah menghancurkan enam pesawat nirawak (UAV) Turki yang menyerang pasukan pemerintah dalam sehari.

Ketegangan yang mencemaskan di Idlib mulai memuncak sejak Kamis pekan lalu ketika tentara Suriah memukul mundur serangan besar-besaran kelompok militan pro-Turki yang beroperasi di daerah tersebut. Akibat serangan udara Suriah, 34 tentara Turki tewas.

Tepat setelah insiden itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa pasukan Turki yang tewas bercampur dengan kelompok militan al-Nusra. Kementerian itu juga mengatakan kontingen Turki beroperasi di luar pos pengamatan yang sebelumnya didirikan berdasarkan ketentuan kesepakatan yang disepakati oleh Turki, Rusia dan Iran pada 2017 di Astana, dan lagi pada 2018 di Sochi.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Kirim Jet-jet...
Rusia Kirim Jet-jet Tempur MiG-29 Canggih ke Suriah
Assad Persilahkan Rusia...
Assad Persilahkan Rusia Bangun Pangkalan Militer di Suriah
Utusan Presiden Rusia...
Utusan Presiden Rusia untuk Suriah: Erdogan dan Assad Segera Bertemu
Erdogan Siap Bertemu...
Erdogan Siap Bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad
3 Alasan Rusia Setia...
3 Alasan Rusia Setia Dukung Bashar al-Assad di Suriah
Suriah Merapat ke Rusia,...
Suriah Merapat ke Rusia, 2 Menteri Temui Putin di Moskow
Berita Terkini
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
20 menit yang lalu
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
2 jam yang lalu
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
7 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
8 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved