Rasisme Masih Menjadi Racun Mematikan di Eropa

Senin, 24 Februari 2020 - 03:00 WIB
Rasisme Masih Menjadi...
Rasisme Masih Menjadi Racun Mematikan di Eropa
A A A
BERLIN - Rasisme masih menjadi racun yang mematikan di tengah-tengah masyarakat Eropa. Hal itu disampaikan oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel setelah adanya penembakan massal yang menargetkan dua kafe yang biasa menjadi tempat berkumpul para migran.

"Rasisme adalah racun. Kebencian adalah racun dan racun ini ada di masyarakat kita," kata Merkel, sembari mengatakan bahwa ekstrimis sayap kanan, yang melakukan aksinya atas dasar kebencian terhadap ras lain, telah bertanggung jawab atas banyak kejahatan dan pembunuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Merkel, seperti dilasir Anadolu Agency, kemudian menegaskan bahwa Pemerintah Jerman akan terus memperjuangkan hak dan martabat semua orang yang tinggal di Jerman, tanpa melihat asal, agama, serta ras mereka.

"Pemerintah Federal dan semua lembaga negara memperjuangkan hak dan martabat setiap orang yang tinggal di negara kita. Kami tidak membedakan orang berdasarkan negara asal atau agama mereka. Kami menentang mereka yang berusaha memecah belah Jerman, dengan semua kekuatan dan tekad kami," ungkapnya.

Sementara itu, Turki, melalui Kementerian Luar Negeri mereka mendesak negara-negara Eropa harus berdiri bersama untuk tegas menyatakan penolakan terhadap xenophobia dan rasisme.

"Sekarang saatnya bagi semua negara Eropa untuk bersatu melawan rasisme dan xenofobia dan berbicara dengan satu suara. Serangan keji di Hanau, Jerman adalah manifestasi baru dari meningkatnya rasisme dan permusuhan terhadap Islam," kata kementerian itu.

Kementerian itu mengatakan bahwa serangan rasis semacam itu tidak boleh dianggap sebagai insiden individu belaka. Mereka menyebut bahwa ketidakpekaan yang ditunjukkan dalam perang melawan xenofobia yang meningkat di Eropa memicu serangan baru.

"Sekarang saatnya untuk mengakhiri serangan-serangan ini. Kalau tidak, rasisme dan xenofobia akan mencapai tingkat yang lebih serius dan membawa kita ke tempat yang berbahaya," ungkapanya.

Mereka kemudian mengatakan bahwa untuk memerangi rasisme, xenophobia, dan Islamophobia secara efektif terletak pertama dan terutama dalam menghindari pendekatan yang mendorong prasangka dan mengambil langkah-langkah efektif untuk melawannya.

"Turki siap menunjukkan kerja sama bilateral dan internasional yang diperlukan dalam perang melawan semua jenis rasisme, dan kami akan melanjutkan upaya tulus kami ke arah ini," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
35 Tahun Lalu, Runtuhnya...
35 Tahun Lalu, Runtuhnya Tembok Berlin
Distribusi Bantuan Dianggap...
Distribusi Bantuan Dianggap Tak Adil, Puluhan Ribu Warga Jerman Turun ke Jalan
Masih Ketergantungan,...
Masih Ketergantungan, Impor Jerman dari Rusia Terus Meningkat
Perempuan Cantik Jerman...
Perempuan Cantik Jerman Ini Tikam 5 Penumpang Bus di Jerman. Motif Belum Jelas
Jerman Serukan UE Sahkan...
Jerman Serukan UE Sahkan Sanksi Terhadap Rusia Terkait Navalny
Menlu Jerman: Uni Eropa...
Menlu Jerman: Uni Eropa Berperang Melawan Rusia
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
1 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
1 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
3 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
3 jam yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved