Ketakutan Virus Corona, Pekerja Seks China di New Zealand Dijauhi

Sabtu, 22 Februari 2020 - 16:26 WIB
Ketakutan Virus Corona,...
Ketakutan Virus Corona, Pekerja Seks China di New Zealand Dijauhi
A A A
WELLINGTON - Dahsyatnya teror maut virus Corona baru, Covid-19, tak hanya merenggut nyawa ribuan orang di China dan melumpuhkan ekonomi. Bisnis "pramusyahwat" yang digeluti para perempuan China di New Zealand (Selandia Baru) juga ikut terdampak.

Para klien potensial memilih menjauhi para perempuan pekerja seks komersial (PSK) asal negara Tirai Bambu karena ketakutan dengan virus tersebut. Para perempuan PSK itu akhirnya berbohong dengan mengklaim sebagai perempuan Korea, Jepang atau negara Asia lainnya dalam iklan online mereka.

"Saya tidak menyebutkan bahwa saya orang China lagi dan saya menawarkan diskon besar, tetapi klien menghindari kami seolah-olah kami adalah virusnya," kata seorang perempuan China di Selandia Baru kepada New Zealand Herald.

Wanita itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan dia telah mengedit status kewarganegaraannya dalam beberapa direktori seks online. Meski sudah memberikan diskon besar, dia mengaku bisnisnya telah turun lebih dari 50 persen dalam dua minggu terakhir.

"Bisnis sedang surut dan tidak pernah seburuk ini sebelumnya," kata pekerja seks tersebut.

Perempuan PSK itu bertatus penduduk atau resident Selandia Baru dan belum kembali ke negara asalnya selama delapan tahun terakhir. Dia mengatakan para klien memandangnya tidak berbeda dengan seseorang yang baru saja tiba dari Wuhan, kota tempat virus mematikan itu berasal.

Catherine Healy, seorang aktivis hak-hak pekerja seks di New Zealand Prostitutes Collective, mengatakan ini adalah masa yang sangat mengkhawatirkan bagi pekerja seks.

"Kami prihatin dengan kemampuan orang menghindari virus ini dan bertahan secara finansial," kata Healy kepada New Zealand Herald.

Lisa Lewis, seorang pekerja seks terkemuka, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa dia telah rajin mengambil tindakan pencegahan dan skrining klien.

"Saya memberi tahu klien bahwa mereka tidak dapat melakukan pemesanan jika mereka memiliki batuk, sakit tenggorokan, atau gejala pilek dan flu. Semua klien saya dibuat untuk membersihkan diri setelah berurusan dengan uang," kata Lewis.

"Saya meminta mereka mandi di depan saya di mana saya meletakkan sabun yang telah saya beli untuk memastikan kebersihan tetap terjaga, dan saya tidak mencium klien," ujar Lewis, yang menambahkan bahwa ia merasa kasihan pada pekerja seks China karena banyak dari mereka lahir di Selandia Baru dan bahkan mungkin tidak pernah ke China.

"Saya merasa mungkin mereka didiskriminasi yang tidak baik," katanya. "Saya merasa sangat kasihan pada mereka dengan cara yang tidak bisa diterima tapi mungkin mengapa mereka bersembunyi di bawah payung negara lain."

Di bawah Undang-Undang Reformasi Prostitusi 2003, hanya warga negara dan penduduk Selandia Baru yang diizinkan bekerja di industri seks.
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
China Temukan Virus...
China Temukan Virus Corona Baru pada Makanan Laut Beku
Es Krim Buatan China...
Es Krim Buatan China Mengandung Virus Corona
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
50 menit yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
1 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
2 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
3 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
4 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved