Italia Kunci 10 Kota setelah Virus Corona Membunuh 1 Orang

Sabtu, 22 Februari 2020 - 08:18 WIB
Italia Kunci 10 Kota...
Italia Kunci 10 Kota setelah Virus Corona Membunuh 1 Orang
A A A
ROMA - Pemerintah Italia "mengunci" sepuluh kota setelah wabah virus Corona baru, Covid-19, menewaskan satu orang. Jumlah kasus atau orang yang terinfeksi di negara itu melonjak menjadi 21 orang setelah ada tambahan 17 kasus baru.

Belasan kasus baru Covid-19 dikonfirmasi pada hari Jumat di wilayah Lombardy utara.

Otoritas kesehatan setempat telah memberlakukan pembatasan terhadap sekitar 50.000 orang di 10 kota yang dinyatakan "dikunci". Mereka diminta untuk tinggal di rumah dan menghindari tempat-tempat umum, termasuk sekolah, bar, pertemuan gereja dan acara olahraga.

Lima dokter termasuk di antara pasien baru, dan merupakan kasus pertama penularan virus antar-manusia di Italia. Tak satu pun dari mereka diyakini melakukan perjalanan ke China, tempat penyakit itu pertama kali muncul.

Seorang pria berusia 78 tahun dari kota Padua menjadi orang Italia pertama yang meninggal pada hari Jumat akibat Covid-19. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Roberto Speranza.

Pasien lain dari daerah yang sama juga dinyatakan positif. Luca Zaia, pemimpin wilayah Veneto—yang meliputi Padua—mengatakan "cincin sanitasi" akan didirikan di sekitar kota untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Pembatasan pertama kali diberlakukan di kota Codogno yang populasinya sekitar 15.000 jiwa. Kota itu dinyatakan "dikunci" setelah tiga orang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona bar.

Sementara itu, pihak berwenang di Casalpusterlengo telah menempatkan tanda elektronik di luar balai kota yang berbunyi; "Virus Corona: populasi diminta untuk tetap berada di dalam rumah sebagai tindakan pencegahan."

Sekitar 200 orang di seluruh Italia telah ditempatkan di karantina, sementara 60 pekerja dari fasilitas Unilever di Lodi menjalani tes untuk patogen setelah seorang karyawan berusia 38 tahun jatuh sakit. Dia sekarang dalam kondisi serius.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, seperti dikutip Russia Today, menekankan bahwa pemerintah bekerja pada "tingkat pencegahan yang sangat tinggi," dan memastikan semuanya masih terkendali.

Jumlah korban meninggal secara global akibat wabah Covid-19, sudah mencapai 2.360 orang hingga pagi ini (22/2/2020).

Di daratan China sudah terjadi 2.345 kematian termasuk 109 kematian terbaru. Selain satu kematian di Italia, ada dua kematian yang dilaporkan di Korea Selatan termasuk 1 kematian terbaru. Sedangkan di Iran ada 4 kematian termasuk 2 kematian terbaru.

Data yang diolah SINDOnews.com dari situs pelaporan online worldometers.info, jumlah kasus atau orang yang terinfeksi secara global hari ini mencapai 77.672. Dari jumlah itu, kasus terbanyak terjadi di China yakni 76.287.
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
4 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
6 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
6 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
7 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
10 Kota dengan Tarif...
10 Kota dengan Tarif Taksi Paling Mahal di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved