Para Penangkap Lobster Afrika Selatan Merugi Akibat Covid-19

Jum'at, 21 Februari 2020 - 23:01 WIB
Para Penangkap Lobster...
Para Penangkap Lobster Afrika Selatan Merugi Akibat Covid-19
A A A
CAPE TOWN - Para penangkap lobster di Western Cape, Afrika Selatan, menjadi korban yang tak terduga akibat wabah virus corona baru (Covid-19) setelah China menghentikan impor lobster karang dari West Coast bulan lalu untuk mencegah penyebaran wabah.

"Saya bingung sekarang karena mereka tak mengambil tangkapan kami, pabrik tak mau ikan kami, tak ada pasar untuk ikan kami," kata Lorraine Brown, 60, saat dia menunggu para nelayan tiba di pelabuhan Witsand yang digunakan komunitas nelayan Ocean View, sekitar 40 km dari Cape Town.

"Kami tidak tahu harus bagaimana. Mereka mengatakan Anda bisa menangkap, tapi lobster Anda harus tetap di air. Untuk berapa lama mereka harus berada di tangki air, dan apa ada uang yang kami dapat jika lobster itu semua mati?" ujar dia.

Sebelum China menghentikan impor seafood pada 25 Januari, Brown bisa mendapatkan USD22 per kg untuk lobster hidup yang diekspor. Harga itu kini turun lebih dari setengahnya di pasar lokal, terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Wabah virus corona telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menginfeksi puluhan ribu orang lainnya sehingga mengacaukan penerbangan global, pelayaran perdagangan dan sektor pariwisata.

China telah menghentikan perdagangan binatang hidup karena khawatir perdagangan itu dapat membantu menyebarkan penyakit mematikan tersebut.

Afrika Selatan belum mengalami kasus virus corona yang dikonfirmasi tapi telah terkena dampak penghentian ekspor lobster ke China.

Selama ini ekspor lobster ke China mencakup 95% dari total lobster yang ditangkap di West Coast dengan total 1.084 ton.

Asosiasi Lobster Karang West Coast menyatakan wabah virus itu memiliki dampak serius karena mengakibatkan kerugian hingga USD17 juta (Rp234 miliar).

"Tapi, ada dampak sekunder pada orang yang bekerja di pabrik-pabrik pemproses lobster, orang yang menangkapnya, sehingga komunitas nelayan kami akan kekurangan uang," papar Ketua Asosiasi Shamera Daniels.
(sfn)
Berita Terkait
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Pria Bernama Wuhan Ini...
Pria Bernama Wuhan Ini Namai Bayinya dengan Kota Asal COVID-19
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
2 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
3 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
4 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
5 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
6 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
7 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved