Jet Penumpang Buatan Rusia Hanya Dapat Satu Pembeli, Aeroflot

Kamis, 20 Februari 2020 - 03:01 WIB
Jet Penumpang Buatan...
Jet Penumpang Buatan Rusia Hanya Dapat Satu Pembeli, Aeroflot
A A A
MOSKOW - Jet penumpang buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100, belum mendapatkan pesanan tahun ini selain oleh maskapai negara Aeroflot.

Pesawat yang mulai beroperasi pada 2011 itu merupakan jet penumpang pertama buatan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet. Pesawat itu memiliki sejarah bermasalah meski negara mengucurkan dana miliaran dolar untuk pembuatannya. Tahun lalu, satu Superjet mendarat keras di Moskow hingga menewaskan 41 orang.

Sukhoi Civil Aircraft yang dikontrol perusahaan holding Rusia, Rostec, berharap dapat menjual ratusan pesawat itu. Namun lemahnya permintaan dan masalah service dan penundaan sumber suku cadang, berarti hanya ada 142 pesawat yang sudah digunakan.

"Aeroflot yang saat ini memiliki 54 Superjets dalam armadanya, akan mendapatkan lagi 17 pesawat tahun ini," papar pernyataan Kementerian Perdagangan dan Industri Rusia.

Maskapai itu telah menandatangani kontrak jangka panjang pada 2018 untuk meminjamkan 100 Superjets pada periode antara 2019 dan 2026.

Namun dua sumber yang mengetahui rencana perusahaan menjelaskan, Sukhoi saat ini tak memiliki konsumen lain untuk 2020.

"Proyek Superjet tergantung pada keputusan pemerintah tentang dukungan negara, karena ini belum bekerja secara komersial," ujar seorang sumber tersebut.

Superjet lebih banyak beroperasi di Rusia dan oleh maskapai regional, korporasi dan lembaga pemerintah.

Maskapai Irlandia, CityJet berhenti mengoperasikan tujuh Superjet tahun lalu dan Mexican Interjet menyatakan tahun lalu berencana menjual 22 Superjet miliknya.

Sukhoi menolak mengungkap para konsumennya. "Perusahaan bekerja untuk melaksanakan kontrak sesuai kepentingan operator pesawat dan konsumen, terutama maskapai Rusia Aeroflot," papar pernyataan Sukhoi.

Sukhoi tahun lalu menyatakan hendak menjual 16 jet pada konsumen tapi tak mencapai target dan mengirim hanya delapan pesawat, termasuk lima yang disewakan untuk Aeroflot.
(sfn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
1 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
2 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
5 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
5 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
6 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved