Kemlu dan Enesis Group Salurkan Bantuan untuk WNI di China

loading...
Kemlu dan Enesis Group Salurkan Bantuan untuk WNI di China
Kemlu dan Enesis Group Salurkan Bantuan untuk WNI di China
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Enesis Group Indonesia menandatangani serah terima bantuan berupa 115.200 hand sanitizer, 2000 buah masker ANTIS dan 1000 karton Adem Sari (Sensa Cools) dari Enesis Group Indonesia untuk disalurkan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di China guna pencegahan virus corona baru (Covid-19).

Serah terima dilakukan oleh Chief Operating Officer (COO) Enesis Group, Budiman Goh kepada Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu RI Andri Hadi bertempat di kantor Kemlu pada Rabu (12/2) sore.

Menurut Budiman Goh, bantuan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) Enesis Group bagi masyarakat, dalam hal ini para WNI yang berada di China. Penyaluran bantuan ini juga dalam rangka mempromosikan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat langkah pencegahan penularan Covid-19.

Sementara itu, Andri Hadi menyampaikan apresiasi Kemlu atas bantuan Enesis Group kepada para WNI di China. "Hal ini menjadi bukti bahwa swasta juga dapat memainkan peran penting dalam perlindungan WNI di luar negeri," papar pernyataan Kemlu.





Kemlu akan menyalurkan bantuan kepada WNI di China melalui KJRI Shanghai, KJRI Guangzhou dan KJRI Hongkong.

Sebanyak 2.015 kasus baru dikonfirmasi sehingga China mengalami total 44.653 kasus. Itu merupakan peningkatan harian terendah sejak 30 Januari dan terjadi sehari setelah epidemiologis Zhong Nanshan menyatakan puncak wabah akan terjadi bulan ini di China dan kemudian terus berkurang.

Korban tewas di China daratan bertambah 97 orang menjadi 1.113 orang pada akhir Selasa (11/2).

Kluster terbesar di luar China berada di satu kapal pesiar yang dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang, dengan 3.700 orang di kapal yang 175 orang dites positif virus corona.

Thailand, Jepang, Taiwan, Guam dan Filipina menolak kapal pesiar MS Westerdam berlabuh karena khawatir 1.455 penumpang dan 802 kru mungkin terjangkit virus corona.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top