Kantor HAM PBB Sebut 112 Perusahaan Terkait Pemukiman Yahudi

Kamis, 13 Februari 2020 - 01:30 WIB
Kantor HAM PBB Sebut...
Kantor HAM PBB Sebut 112 Perusahaan Terkait Pemukiman Yahudi
A A A
JENEWA - Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan berisi daftar perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan pemukiman Israel di Tepi Barat.

Laporan yang dirilis pada Rabu (12/2) itu membuat marah Israel tapi dipuji Palestina. PBB menyebutkan 112 lembaga bisnis yang memiliki alasan masuk akal untuk disimpulkan memiliki hubungan dengan sejumlah pemukiman Israel, yakni 94 perusahaan di Israel dan 18 perusahaan di enam negara lain termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis.

Penyertaan dalam daftar ini tak memiliki dampak hukum pada perusahaan-perusahaan itu. Meski demikian, Palestina dan sebagian besar negara di dunia menganggap pemukiman Yahudi itu ilegal sesuai hukum internasional.

Isu ini sangat sensitif karena perusahaan-perusahaan yang disebutkan dalam daftar itu dapat menjadi target untuk boikot dan divestasi untuk meningkatkan tekanan pada Israel terkait pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

"Saya sadar isu ini telah, dan akan terus menjadi, sangat diperdebatkan," ungkap Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Michelle Bachelet.

Kantor Bachelet menyatakan, "Laporan itu tidak memberikan karakterisasi legal berbagai aktivitas yang dipertanyakan itu atau keterlibatan perusahaan bisnis pada mereka."

Juru bicara Bachelet, Rupert Colville menyatakan laporan itu disusun setelah dilakukan pemeriksaan berulang kali dan menggunakan laporan tahunan perusahaan.

"Ini bukan daftar hitam, atau menganggap aktivitas perusahaan mana pun itu sebagai ilegal," papar Colville.

Belum ada reaksi dari AS tapi Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Katz menganggap laporan itu "kapitulasi memalukan" berbagai kelompok anti-Israel.

Menlu Palestina Riyad Al-Maliki menyambut laporan itu sebagai "kemenangan hukum internasional". Dia mendesak negara-negara anggota PBB mengeluarkan perintah pada perusahaan-perusahaan dalam daftar itu untuk menghentikan aktivitas mereka terkait sistem pemukiman Israel.
(sfn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Berita Terkini
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
29 menit yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
2 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
3 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
4 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved