Para Pakar Kesehatan AS Diizinkan Masuk ke China Bersama WHO

Selasa, 04 Februari 2020 - 11:39 WIB
Para Pakar Kesehatan...
Para Pakar Kesehatan AS Diizinkan Masuk ke China Bersama WHO
A A A
BEIJING - Beijing bersedia mengizinkan para pakar kesehatan AS datang ke China sebagai bagian dari upaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membantu memerangi wabah virus corona saat jumlah kasus dan korban tewas terus meningkat.

Di Provinsi Hubei, China, yang menjadi sumber wabah, terdapat 2.345 kasus baru virus dan 64 korban tewas baru, sehingga total korban tewas di Hubei menjadi 414 orang pada Senin (3/2). Bursa saham China turun sekitar 8% pada Senin (3/2) sehingga membuat nilai bursa Shanghai merosot USD393 miliar, pada hari pertama perdagangan setelah libur Tahun Baru Imlek.

Gedung Putih menyatakan China telah menerima tawaran untuk melibatkan para pakar AS sebagai bagian misi WHO untuk mempelajari dan membantu memerangi virus yang muncul di provinsi Hubei.

Rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur yang dibangun dalam delapan hari untuk merawat pasien virus corona di Wuhan telah menerima pasien pertama pada Senin (3/2). Rumah sakit kedua dengan 1.600 tempat tidur akan mulai beroperasi akhir pekan ini.

Dengan Wuhan dan beberapa kota lain di China yang ditutup, perjalanan dibatasi dan China menghadapi isolasi internasional. Dikhawatirkan kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi di China dan secara global.

Sejumlah sumber di OPEC menjelaskan para produsen minyak mempertimbangkan pemangkasan output hingga hampir sepertiga untuk mendukung harga.

WHO pekan lalu mendeklarasikan virus corona baru itu sebagai darurat global. Virus telah menyebar ke 23 negara dan wilayah lainnya. Filipina melaporkan korban tewas akibat virus corona pertama di luar China.

Maskapai di penjuru dunia telah menghentikan penerbangan ke beberapa wilayah China. Penghentian penerbangan oleh United Arab Emirates akan mempengaruhi maskapai Etihad dan Emirates.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan larangan perjalanan tak perlu dilakukan.

"Tak ada alasan untuk langkah yang tidak perlu untuk intervensi perjalanan dan perdagangan internasional. Peluang virus ini pergi ke tempat lain di luar China sangat rendah, dan meski di China saat Anda pergi ke provinsi lain, itu sangat rendah," papar Ghebreyesus.
(sfn)
Berita Terkait
Seluruh Pasien Virus...
Seluruh Pasien Virus Corona di Kota Wuhan Sudah Sembuh
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
3 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
4 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
5 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
7 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
8 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved