Badan PBB Peringatkan Cuaca Ekstrem Sepanjang Tahun

Minggu, 02 Februari 2020 - 07:11 WIB
Badan PBB Peringatkan...
Badan PBB Peringatkan Cuaca Ekstrem Sepanjang Tahun
A A A
JENEWA - Dekade terakhir telah menjadi rekor suhu terpanas yang pernah melanda dunia. Namun, badan PBB memperingatkan bahwa suhu yang lebih tinggi akan memicu banyak peristiwa cuaca ekstrem pada tahun 2020 dan seterusnya.

Organisasi Meteorologi Dunia (WNO), yang mendasarkan temuannya pada analisis set data internasional terkemuka, menyatakan, peningkatan suhu global sudah memiliki konsekuensi yang mengerikan, menunjuk ke pencairan es di kedua kutub, rekor permukaan laut, peningkatan panas laut dan pengasaman, dan cuaca ekstrem.

WMO mengatakan, penelitiannya juga mengkonfirmasi data yang dirilis oleh pemantau iklim Uni Eropa (UE) beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa 2019 adalah tahun terpanas kedua dalam catatan, setelah 2016.

"Tahun 2020 telah dimulai. Tahun 2019 ditinggalkan, dengan dampak cuaca tinggi dan peristiwa terkait iklim," kata kepala WMO, Petteri Taalas dalam sebuah pernyataan, menunjuk secara khusus pada kebakaran hutan dahsyat di Australia.

Kebakaran hutan, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam durasi dan intensitasnya, telah merenggut puluhan nyawa dan menyoroti jenis bencana yang menurut para ilmuwan dunia akan semakin sering dihadapi akibat pemanasan global.

Kebakaran itu telah menghancurkan lebih dari 2.000 rumah dan membakar 10 juta hektar lahan, wilayah yang lebih luas dari Korea Selatan atau Portugal.

"Sayangnya, kami memperkirakan akan melihat banyak cuaca ekstrem sepanjang 2020 dan beberapa dekade mendatang. Ini didorong oleh rekor tingkat gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer," kata Taalas.

Badan PBB tersebut mengatakan bahwa suhu global rata-rata selama periode lima tahun terakhir yakni antara 2015 hingga 2019 dan 10 tahun antara 2010 hingga 2019 adalah yang tertinggi yang pernah dicatat.

"Sejak 1980-an, setiap dekade lebih hangat dari yang sebelumnya," kata WMO dalam sebuah pernyataan dan memperingatkan bahwa tren ini diperkirakan akan berlanjut.

PBB sendiri tahun lalu telah mengatakan bahwa emisi gas rumah kaca buatan manusia perlu turun 7,6 persen setiap tahun hingga 2030 untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 Celcius.
(esn)
Berita Terkait
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Hasil Serbia vs Swiss:...
Hasil Serbia vs Swiss: 4 Gol Tercipta di Babak Pertama!
Peneliti Swiss Temukan...
Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Perempuan Penjaga Bonbin...
Perempuan Penjaga Bonbin Swiss Tewas Diterkam Harimau Siberia
Kehebatan Jet Tempur...
Kehebatan Jet Tempur F/A-18 Hornet, Bisa Mendarat di Jalan Raya
Berita Terkini
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
12 menit yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
1 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
2 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
4 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
5 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved