China Desak Warganya Tidak Menikah pada Tanggal Cantik

Sabtu, 01 Februari 2020 - 22:37 WIB
China Desak Warganya...
China Desak Warganya Tidak Menikah pada Tanggal Cantik
A A A
BEIJING - China telah meminta warganya untuk menunda acara pernikahan dan upacara pemakaman untuk membantu memperlambat penyebaran wabah virus Corona di negara itu.

Seruan itu muncul ketika jumlah korban meninggal akibat virus Corona baru melonjak menjadi 259 dan jumlah total kasus mendekati angka 12 ribu secara nasional.

"Di mana pendaftaran perkawinan telah diumumkan atau dijanjikan untuk 2 Februari tahun ini, Anda disarankan untuk membatalkannya dan menjelaskan situasinya kepada orang lain," bunyi sebuah pernyataan Kementerian Urusan Sipil China seperti dikutip dari VOA, Sabtu (1/2/2020).

Tanggal 2 Februari tahun ini dianggap sebagai tanggal keberuntungan untuk upacara pernikahan karena urutan angka "02022020" dimana jika dituliskan dari belakang sama dengan ke depan.

Beijing, Shanghai dan kota-kota lain sebelumnya telah memutuskan untuk menawarkan layanan pendaftaran pernikahan pada tanggal tersebut, meskipun jatuh pada hari Minggu ketika kantor biasanya ditutup.

Kementerian Urusan Sipil China mengatakan akan menghentikan sementara layanan konseling pernikahan dan meminta masyarakat untuk tidak mengadakan jamuan pernikahan.

Pihak kementerian juga mengatakan upacara pemakaman harus diadakan dalam cara yang sederhana dan cepat untuk menghindari pertemuan orang-orang dan jasad setiap korban virus Corona harus dikremasi sesegera mungkin.

"Staf yang menangani pemakaman harus mengenakan alat pelindung dan melakukan pemeriksaan suhu untuk menghindari risiko infeksi," pernyataan itu menambahkan.

China telah memperkenalkan pembatasan perjalanan drastis dan memangkas liburan Tahun Baru Imlek - ketika ratusan juta orang bepergian ke seluruh negeri untuk mengunjungi keluarga - dalam upaya untuk menahan penyebaran virus.

Sekolah dan universitas secara nasional telah diberitahu untuk tidak melanjutkan aktivitas belajar mengajar, para pejabat mendesak pabrik berhenti beroperasi dan masyarakat telah diminta untuk menghindari kerumunan massa.

Lebih dari 50 juta orang di provinsi Hubei, tempat virus itu pertama kali terdeteksi, secara efektif diisolasi setelah pihak berwenang memutuskan jalur transportasi.

Para pejabat di Hubei mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka akan menangguhkan semua pendaftaran pernikahan dari hari Senin sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Beberapa negara termasuk Amerika Serikat (AS) dan Australia telah melarang masuknya orang asing yang telah melakukan perjalanan ke China dalam dua minggu terakhir.
(ian)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Ini Kisah Zhang Jixian,...
Ini Kisah Zhang Jixian, Dokter yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Misteri Virus Corona,...
Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
24 menit yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
1 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
3 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
5 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved