AS Peringatkan Warganya: Jangan Pergi ke China Karena Wabah
Sabtu, 01 Februari 2020 - 00:01 WIB
AS Peringatkan Warganya: Jangan Pergi ke China Karena Wabah
A
A
A
SHANGHAI - Amerika Serikat (AS), Jepang dan negara-negara lain memperketat perjalanan ke China setelah wabah virus corona dideklarasikan sebagai darurat global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Rusia, Inggris dan Italia melaporkan dua kasus pertama. Roma mendeklarasikan darurat nasional saat berupaya mengatasi dua turis China yang terinfeksi. Kematian dari wabah virus corona meningkat jadi 213 orang yang semuanya di China.
"Jangan melakukan perjalanan ke China karena virus corona baru pertama diidentifikasi di Wuhan," ungkap Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menaikkan peringatan untuk China ke level yang sama dengan Afghanistan dan Irak.
Jepang juga menghimbau warganya agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke China. Adapun Bahrain merekomendasikan tak melakukan perjalanan ke negara mana pun yang terjangkit virus itu. Iran menyerukan larangan pada semua pelancong dari China.
Singapura yang menjadi pusat perjalanan di Asia menghentikan pelancong masuk dengan sejarah terbaru perjalanan ke China dan juga menghentikan visa untuk para pemegang paspor China.
Larangan itu diperluas pada mereka yang hanya transit Singapura.
Bursa saham global merosot ke level terendah pekanan sejak Agustus pada Jumat (31/1). Pasar minyak dan logam juga menunjukkan penurunan brutal.
"Wabah itu dapat bergema secara global," papar laporan Moody’s.
China menyatakan akan mengambil langkah pencegahan dan kontrol paling komprehensif. "Kami memiliki keyakinan penuh dan kemampuan untuk memenangkan pertarungan ini," papar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.
Sekitar 60 juta warga provinsi Hubei, dengan Wuhan sebagai ibu kota, telah dibatasi pergerakannya untuk mencegah penyebaran wabah. Namun beberapa orang masih pergi dan masuk wilayah itu dengan jalan kaki melalui jembatan di atas sungai Yangtze.
Rusia, Inggris dan Italia melaporkan dua kasus pertama. Roma mendeklarasikan darurat nasional saat berupaya mengatasi dua turis China yang terinfeksi. Kematian dari wabah virus corona meningkat jadi 213 orang yang semuanya di China.
"Jangan melakukan perjalanan ke China karena virus corona baru pertama diidentifikasi di Wuhan," ungkap Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menaikkan peringatan untuk China ke level yang sama dengan Afghanistan dan Irak.
Jepang juga menghimbau warganya agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke China. Adapun Bahrain merekomendasikan tak melakukan perjalanan ke negara mana pun yang terjangkit virus itu. Iran menyerukan larangan pada semua pelancong dari China.
Singapura yang menjadi pusat perjalanan di Asia menghentikan pelancong masuk dengan sejarah terbaru perjalanan ke China dan juga menghentikan visa untuk para pemegang paspor China.
Larangan itu diperluas pada mereka yang hanya transit Singapura.
Bursa saham global merosot ke level terendah pekanan sejak Agustus pada Jumat (31/1). Pasar minyak dan logam juga menunjukkan penurunan brutal.
"Wabah itu dapat bergema secara global," papar laporan Moody’s.
China menyatakan akan mengambil langkah pencegahan dan kontrol paling komprehensif. "Kami memiliki keyakinan penuh dan kemampuan untuk memenangkan pertarungan ini," papar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.
Sekitar 60 juta warga provinsi Hubei, dengan Wuhan sebagai ibu kota, telah dibatasi pergerakannya untuk mencegah penyebaran wabah. Namun beberapa orang masih pergi dan masuk wilayah itu dengan jalan kaki melalui jembatan di atas sungai Yangtze.
(sfn)