Publik Marah dengan Tingginya Kasus Virus Corona di Thailand
Selasa, 28 Januari 2020 - 02:01 WIB
Publik Marah dengan Tingginya Kasus Virus Corona di Thailand
A
A
A
BANGKOK - Kementerian Kesehatan Thailand segera menggelar rapat darurat bersama Kementerian Transportasi dan Pariwisata saat publik semakin marah dengan cara pemerintah menangani wabah tersebut.
Thailand menjadi negara dengan kasus virus corona terkonfirmasi terbanyak di luar China. Pemerintah pun ingin meredam kemarahan publik.
"Kami dapat mengontrol situasi dan yakin dengan kemampuan kami menangani krisis tersebut," ungkap Menteri Kesehatan Publik Thailand Anutin Charnvirakul.
Jumlah kasus virus corona di Thailand meningkat menjadi delapan orang pada Minggu (26/1).
Anutin menambahkan, tiga orang yang terinfeksi sedang dirawat dan lima orang telah pulih dan kembali ke rumahnya.
Tagar #crapgovernment menjadi trending topik di Twitter Thailand pada Sabtu (25/1) dengan lebih dari 400.000 tweet. Publik mengeluhkan manajemen virus dan isu kesehatan lainnya.
"Jika mencapai titik di mana kesehatan publik dalam bahaya, kami akan mengambil lebih banyak langkah," ujar Anutin yang menjelaskan, pemerintah tidak memprioritaskan pendapatan pariwisata di atas kesehatan.
"Deteksi pasien terinfeksi itu tanda bagus karena ini menunjukkan sistem kita efisien," ujar Anutin, dikutip Reuters.
Turis asal China menjadi sumber terbesar pendapatan pariwisata Thailand. Hampir 11 juta pengunjung dari China datang ke Thailand pada tahun lalu.
Di China, sudah ada sekitar 2.000 kasus virus corona dan puluhan orang lainnya tewas. Berbagai kasus terjadi di negara-negara lain, termasuk Thailand.
Thailand menjadi negara dengan kasus virus corona terkonfirmasi terbanyak di luar China. Pemerintah pun ingin meredam kemarahan publik.
"Kami dapat mengontrol situasi dan yakin dengan kemampuan kami menangani krisis tersebut," ungkap Menteri Kesehatan Publik Thailand Anutin Charnvirakul.
Jumlah kasus virus corona di Thailand meningkat menjadi delapan orang pada Minggu (26/1).
Anutin menambahkan, tiga orang yang terinfeksi sedang dirawat dan lima orang telah pulih dan kembali ke rumahnya.
Tagar #crapgovernment menjadi trending topik di Twitter Thailand pada Sabtu (25/1) dengan lebih dari 400.000 tweet. Publik mengeluhkan manajemen virus dan isu kesehatan lainnya.
"Jika mencapai titik di mana kesehatan publik dalam bahaya, kami akan mengambil lebih banyak langkah," ujar Anutin yang menjelaskan, pemerintah tidak memprioritaskan pendapatan pariwisata di atas kesehatan.
"Deteksi pasien terinfeksi itu tanda bagus karena ini menunjukkan sistem kita efisien," ujar Anutin, dikutip Reuters.
Turis asal China menjadi sumber terbesar pendapatan pariwisata Thailand. Hampir 11 juta pengunjung dari China datang ke Thailand pada tahun lalu.
Di China, sudah ada sekitar 2.000 kasus virus corona dan puluhan orang lainnya tewas. Berbagai kasus terjadi di negara-negara lain, termasuk Thailand.
(sfn)