Kalahkan Rusia, China Produsen Senjata Terbesar Kedua di Dunia

Senin, 27 Januari 2020 - 16:44 WIB
Kalahkan Rusia, China...
Kalahkan Rusia, China Produsen Senjata Terbesar Kedua di Dunia
A A A
STOCKHOLM - Industri senjata China telah menjadikan negara Asia ini menjadi produsen amunisi terbesar kedua di dunia. Setelah satu dekade mengandalkan impor, negara itu kini menggeser posisi Rusia.

Laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Senin (27/1/2020) menunjukkan bahwa produksi senjata China—yang sebelumnya telah diselimuti misteri karena kurangnya transparansi—telah tumbuh karena tiga dari 10 perusahaan senjata top dunia adalah China.

"Kita dapat dengan yakin mengatakan bahwa China adalah produsen senjata terbesar kedua di dunia, di belakang Amerika Serikat dan di depan Rusia," kata Nan Tian, ​​penulis laporan itu, kepada AFP.

Namun laporan SIPRI, kurangnya transparansi tetap menjadi "peringatan penting" ketika mempelajari industri senjata Beijing.

Sebagian besar dari amunisi negeri Tirai Bambu diperkirakan bernilai USD70-USD80 miliar dijual setiap tahun dibeli oleh cabang-cabang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang berbeda.

Data SIPRI juga merupakan perubahan dramatis selama 10 tahun terakhir karena China di masa lalu adalah importir besar senjata dari Rusia dan Ukraina.

"Mereka tidak perlu lagi bergantung pada negara lain untuk senjata mereka," kata Tian.

Perusahaan-perusahaan senjata China juga jauh lebih terspesialisasi daripada rekan-rekan internasional mereka.

Aviation Industry Corporation of China (AVIC), perusahaan persenjataan terbesar di negara itu, misalnya, sebagian besar memproduksi pesawat terbang dan avionik. Sedangkan sebagian besar produsen non-China mencakup berbagai produk militer.

Para peneliti SIPRI sebelumnya telah berjuang untuk mendapatkan data yang dapat diandalkan tentang ukuran industri persenjataan China, karena para produsen semuanya adalah badan usaha milik negara.

"Semuanya terkunci di bawah istilah keamanan nasional," kata Tian.

Dalam laporan tersebut para peneliti telah melihat ke empat perusahaan China tertentu, yang semuanya berada di peringkat 20 besar dunia. "Dengan peningkatan data yang tersedia pada perusahaan-perusahaan ini sekarang mungkin untuk mengembangkan perkiraan skala yang cukup andal dari skala industri senjata China," bunyi laporan tersebut.

Meskipun tidak ada statistik resmi tentang ekspor senjata China, laporan SIPRI mencatat bahwa industri senjata China telah berkembang ke titik di mana ada peningkatan permintaan untuk senjata di luar negeri. SIPRI memperkirakan China sebagai eksportir senjata terbesar kelima di dunia.

Secara khusus Tian mengatakan bahwa salah satu kisah sukses China sebagai pengekspor senjata telah berada di ranah Unmanned Aerial Vehicle (UAV)—biasa dikenal sebagai drone—yang telah digunakan dalam konflik di Libya dan Yaman.

Semakin banyak ekspor senjata meningkatkan risiko proliferasi senjata, tetapi masuknya China ke dunia penjualan senjata menjadi perhatian khusus bagi para peneliti karena Beijing belum menandatangani banyak peraturan pengendalian senjata yang ada, termasuk Perjanjian Perdagangan Senjata yang disetujui oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2013.

"Tidak ada sistem mengikat yang dapat meminta pertanggungjawaban China dan para eksportir ini," kata Tian.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
Trump Usul AS-Rusia-China...
Trump Usul AS-Rusia-China Potong Anggaran Militer 50%, Putin Dukung, Beijing Menolak
Dibela Vladimir Putin,...
Dibela Vladimir Putin, Begini Reaksi Donald Trump
Bolton: Trump Pikir...
Bolton: Trump Pikir Keren Menginvasi Venezuela, tapi Batal karena Putin
Jadi Sorotan Dunia,...
Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?
Putin: Tak Perlu Aliansi...
Putin: Tak Perlu Aliansi Militer Rusia-China, tapi Itu Mungkin
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
5 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
6 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
8 jam yang lalu
Infografis
Danau Laguna Verde,...
Danau Laguna Verde, Danau Paling Beracun di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved