Afghanistan Siap Ditinggal Pasukan AS

Jum'at, 24 Januari 2020 - 05:47 WIB
Afghanistan Siap Ditinggal...
Afghanistan Siap Ditinggal Pasukan AS
A A A
DAVOS - Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengatakan, negaranya benar-benar siap jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengurangi kehadiran militernya di negara itu.

"Kami benar-benar siap untuk penarikan 4.000 tentara setiap kali presiden memutuskan," kata Ghani menanggapi pertanyaan wartawan tentang meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Dalam beberapa minggu terakhir, ada spekulasi bahwa Trump dapat mundur dari rencana yang dilaporkan untuk menarik pasukan dari Afghanistan, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, yang mana Afghanistan berbagi perbatasan.

"Itu adalah kebijakan internal AS - sejauh menyangkut Afghanistan kami telah memperhitungkan hal ini dan kami siap untuk dapat melihat kepergian 4.000 tentara," ujar Ghani seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (24/1/2020).

Menurut Ghani kompleksitas logistik yang berarti penarikan pasukan bukan hanay peristiwa yang terjadi dalam satu hari.

"Tapi kami nyaman," tegasnya.

Ghani mengatakan pangkalan-pangkalan AS di Afghanistan tidak dapat digunakan sebagai tempat peluncuran untuk serangan terhadap Iran jika konflik pecah. Hal itu berdasarkan perjanjian keamanan yang ditandatangani oleh kedua negara.

"Kami memiliki perjanjian yang mengikat, perjanjian keamanan bilateral - pangkalan AS di Afghanistan tidak dapat digunakan terhadap pihak ketiga. Kami telah diyakinkan akan hal itu," urainya.

Dalam beberapa minggu terakhir, ketegangan yang membara antara AS dan Iran telah meletus menjadi konflik, dengan AS membunuh Jenderal Iran Qassem Soleimani dan Iran menembakkan rudal ke pangkalan AS di Irak sebagai pembalasan.

Saat kampanye presiden lalu, Trump berjanji untuk menarik diri dari keterlibatan militer yang mahal di luar negeri. Namun, di bawah kepresidenannya, jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Afghanistan malah meningkat menjadi sekitar 14.000.

Pada bulan Desember, NBC News melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk menarik pasukan AS di negara itu sebanyak 4.000 personel.

Janji Trump untuk mengurangi kehadiran militer AS di kawasan itu terhenti di tengah kegagalan untuk menengahi kesepakatan dengan faksi-faksi Taliban di negara itu. Dalam pertemuan dengan Ghani pada hari Rabu, Trump mengatakan dia ingin melihat pengurangan dalam kekerasan Taliban sebelum pembicaraan dapat dilanjutkan, membuka jalan bagi penarikan pasukan AS.
(ian)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Viral! Promo Undang...
Viral! Promo Undang Warga Amerika Serikat Berlibur ke Afghanistan
Tentara Seksi Amerika...
Tentara Seksi Amerika Serikat Ini Tewas Bunuh Diri
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
22 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
2 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
3 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
4 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved