PBB: Perubahan Iklim Bisa Sebabkan Gelombang Pengungsi Skala Besar

Kamis, 23 Januari 2020 - 22:08 WIB
PBB: Perubahan Iklim...
PBB: Perubahan Iklim Bisa Sebabkan Gelombang Pengungsi Skala Besar
A A A
JENEWA - Dunia perlu mempersiapkan gelombang pengungsi yang berpotensi jutaan orang diusir dari rumah mereka akibat dampak perubahan iklim. Peringatan itu disampaikan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi.

Grandi mengatakan, keputusan Komite Ham PBB baru-baru ini berarti mereka yang melarikan diri akibat perubahan iklim harus diperlakukan oleh negara penerima sebagai pengungsi, dengan implikasi luas bagi pemerintah.

Komite HAM PBB membuat keputusan penting sehubungan dengan Ioane Teitiota, dari negara Pasifik Kiribati, yang membawa kasus terhadap Selandia Baru setelah pihak berwenang menolak klaim suaka.

“Putusan itu menyatakan, jika Anda memiliki ancaman langsung terhadap hidup Anda karena perubahan iklim, karena keadaan darurat iklim, dan jika Anda melintasi perbatasan dan pergi ke negara lain, Anda tidak boleh dikirim kembali karena Anda akan berisiko terkena hidup, seperti dalam perang atau dalam situasi penganiayaan,” kata Grandi, seperti dilansir Al Arabiya.

"Kita harus siap menghadapi gelombang besar orang yang bergerak di luar kehendak mereka. Saya tidak berani berbicara tentang angka-angka tertentu, itu terlalu spekulatif, tapi tentu saja kita berbicara tentang jutaan di sini," sambungnya.

Dia menyebut, hal-hal potensial yang bisa menyebabkan gelombang pengusngsi termasuk kebakaran hutan seperti yang terlihat di Australia, naiknya permukaan laut yang memengaruhi pulau-pulau dataran rendah, perusakan tanaman dan ternak di Afrika sub-Sahara dan banjir di seluruh dunia, termasuk di beberapa bagian negara maju.

Sedangkan selama hampir 70 tahun UNHCR, badan pengungsi PBB, telah bekerja untuk membantu mereka yang melarikan diri dari negara-negara miskin sebagai akibat dari konflik, perubahan iklim akan lebih membabi buta, yang berarti negara-negara kaya dapat menjadi sumber meningkatnya pengungsi.

"Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa pergerakan pengungsi dan masalah migrasi populasi yang lebih luas adalah tantangan global yang tidak dapat dibatasi pada beberapa negara," ungkapnya.

Grandi mengatakan, pemerintah Eropa perlu berpikir keras tentang solusi untuk krisis migran yang telah mempengaruhi mereka sejak 2015, tetapi juga menunjukkan lebih banyak pemahaman tentang situasi Turki.

"Kita harus menyadari bahwa selama beberapa tahun terakhir (Turki) telah menjadi tuan rumah bagi populasi pengungsi terbesar di dunia. Ada banyak pembicaraan politik. Saya berkonsentrasi pada substansi ini, yaitu mari kita memperkuat kemampuan Turki untuk menampung para pengungsi sampai mereka dapat kembali dengan aman, secara sukarela ke negara mereka," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
42 menit yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
1 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
2 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
3 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bahaya Kelebihan Karbohidrat,...
5 Bahaya Kelebihan Karbohidrat, Bisa Sebabkan Gula Darah Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved