Bersedia Berunding dengan Iran, Arab Saudi Berikan Syarat

Kamis, 23 Januari 2020 - 12:35 WIB
Bersedia Berunding dengan...
Bersedia Berunding dengan Iran, Arab Saudi Berikan Syarat
A A A
DAVOS - Kerajaan Arab Saudi menyatakan terbuka untuk melakukan pembicaraan atau perundingan dengan Iran untuk menyelesaikan berbagai masalah di kawasan. Namun, Riyadh mengajukan syarat yang harus dipenuhi Teheran.

"Iran harus menerimanya, tidak dapat melanjutkan agenda regionalnya melalui kekerasan, sebagai syarat untuk setiap pembicaraan," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, kepada Reuters, yang dilansir Kamis (23/1/2020).

"Arab Saudi terbuka untuk pembicaraan dengan Teheran, tetapi itu benar-benar tergantung pada Iran," ujarnya, dalam sebuah wawancara di Davos, Swiss pada hari Rabu.

Pada hari Rabu, pemerintah Iran juga mengajak Arab Saudi bekerja sama untuk mengatasi masalah. Ajakan Teheran ini disampaikan Kepala Staf Presiden Iran Mahmoud Vaezi. (Baca: Iran Ajak Arab Saudi Kerjasama untuk Bereskan Masalah )

"Hubungan antara Iran dan tetangganya, Arab Saudi, seharusnya tidak menjadi seperti hubungan antara Teheran dan Amerika Serikat," katanya yang dikutip dari kantor berita negara setempat, IRNA.

"Teheran dan Riyadh harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah mereka," lanjut Vaezi.

Selama beberapa dekade, Iran dan Arab Saudi telah terlibat dalam perang proksi di Timur Tengah dan sekitarnya. Dalam krisis Suriah, rezim Teheran mendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Sedangkan Riyadh mendukung kubu oposisi.

Kemudian dalam krisis Yaman, Riyadh mendukung pemerintah Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi. Sedangkan Teheran mendukung kelompok pemberontak Houthi.

Riyadh sendiri merupakan sekutu Washington yang saat ini menjadi musuh bebuyutan Teheran. Ketika Amerika Serikat membunuh komandan Pasukan Quds Iran; Jenderal Qassem Soleimani, Saudi mengaku tidak diberi tahu sebelumnya. Pembunuhan jenderal top Teheran itu telah membuat Teheran dan Washington di ambang perang dan memicu kecemasan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi Temui Khamenei untuk Pertama Kalinya, Sampaikan Surat Raja Salman
Iran Balik Tuding Arab...
Iran Balik Tuding Arab Saudi Pengacau di Timur Tengah
Raja Salman Suarakan...
Raja Salman Suarakan Keprihatinan Serius atas Kebijakan Destabilisasi Iran
Masoud Pezeshkian Jadi...
Masoud Pezeshkian Jadi Presiden Baru Iran, Ini Respons Raja Salman Arab Saudi
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Presiden Raisi Undang...
Presiden Raisi Undang Raja Salman Kunjungi Iran
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
1 menit yang lalu
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
1 jam yang lalu
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
1 jam yang lalu
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
2 jam yang lalu
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
2 jam yang lalu
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved