Terancam Tenggelam di Bawah Laut, Maladewa Perlu Bantuan Segera

Jum'at, 17 Januari 2020 - 21:01 WIB
Terancam Tenggelam di...
Terancam Tenggelam di Bawah Laut, Maladewa Perlu Bantuan Segera
A A A
NEW DELHI - Maladewa mungkin kehilangan seluruh pulaunya kecuali segera mendapat dana bantuan untuk memerangi dampak perubahan iklim.

Mantan Presiden Maladewa Mohamed Nasheed menjadi terkenal setelah menggelar rapat kabinet di bawah laut untuk menarik perhatian publik pada pemanasan global dan pulau-pulau yang tenggelam.

Meski demikian, negara kepulauan yang terkenal dengan pasir putih dan pulau karang sebagai tujuan wisata mewah itu kesulitan mendapatkan uang untuk membangun infrastruktur penting seperti dinding laut agar pulau-pulaunya tak tenggelam akibat pemanasan global.

"Bagi negara kecil, ini tidak mudah. Seiring waktu saat pendanaan diperoleh, kami mungkin sudah di bawah laut," ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Maladewa Abdulla Shahid di New Delhi, India.

Saat perundingan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Madrid pada Desember, Maladewa dan negara-negara rawan lainnya mendorong langkah nyata untuk pendanaan baru bagi mereka untuk mengatasi bencana dan dampak terkait perubahan iklim. Namun upaya mereka gagal.

Shahid berharap putaran perundingan baru di Glasgow pada November akan memberi hasil lebih baik.

Sebagai salah satu negara terendah di dunia, lebih dari 80% lahan Maladewa berada kurang dari satu meter di atas permukaan air laut. Itu artinya, populasi Maladewa sebanyak 530.000 jiwa sangat rentan pada gelombang laut, gelombang badai, dan cuaca buruk.

Pada 2004, tsunami Samudera Hindia mengakibatkan kerugian sekitar USD470 juta atau 62% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Maladewa. Bencana itu merusak infrastruktur, termasuk satu-satunya bandara internasional yang harus tutup selama beberapa hari.

"Untuk melindungi pulau, kami perlu mulai membangun dinding laut. Ini mahal, tapi kita membutuhkannya. Kami tak bisa menunggu hingga semuanya hilang," ujar Shahid.
(sfn)
Berita Terkait
Akhir Tahun Seru! Nikmati...
Akhir Tahun Seru! Nikmati Pesona Lautan Biru Maladewa untuk Liburan Impian
Slow Travel Naik Daun...
Slow Travel Naik Daun di Asia Pasifik, Resor Kian Diminati
Kasus Corona di Asia...
Kasus Corona di Asia Selatan Capai 22.000, Maladewa Lockdown Ibu Kota
Mantan Presiden Maladewa...
Mantan Presiden Maladewa Terluka Terkena Ledakan Bom
7 Negara dengan Pantai...
7 Negara dengan Pantai Terindah di Dunia, Ada Indonesia?
Maladewa dan Mauritania,...
Maladewa dan Mauritania, Negara 100 Persen Islam
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved