Zarif Desak India Abaikan Sanksi AS dan Beli Minyak Iran

Jum'at, 17 Januari 2020 - 16:39 WIB
Zarif Desak India Abaikan...
Zarif Desak India Abaikan Sanksi AS dan Beli Minyak Iran
A A A
NEW DELHI - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, meminta India untuk mengesampingkan kampanye sanksi tekanan maksimum Amerika Serikat (AS) dan terus membeli minyak dari Teheran. Zarif beralasan hal itu demi kepentingan terbaik negara tersebut.

Saat dalam kunjungan empat hari ke India, Zarif bersikeras Iran dapat memenuhi kebutuhan minyak India dengan sebaik-baiknya. Ia juga memastikan bahwa negaranya akan menjauhkan politik dari urusan bisnis dan tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan.

"Untuk pertumbuhan ekonomi India Anda membutuhkan lebih banyak energi dan keamanan energi, yang telah menjadi perhatian utama," kata Zarif pada pertemuan Federasi Organisasi Ekspor India (FIEO).

"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Anda tidak dapat menemukan mitra energi yang lebih stabil, lebih dapat diandalkan daripada Iran," imbuhnya coba meyakinkan.

"Kami tidak pernah melibatkan politik dalam hubungan energi kami. Dan jika kami melakukannya, kami tidak memiliki masalah politik dengan India. Kami adalah sumber energi yang terjamin untuk India," tukasnya seperti disitir dari Russia Today, Jumat (17/1/2020).

Presiden AS Donald Trump telah berusaha untuk memberikan "tekanan maksimum" pada ekonomi Iran setelah penarikan Washington dari pakta nuklir yang ditandatangani dengan Iran dan kekuatan dunia lainnya pada tahun 2015. Trump secara eksplisit bertujuan untuk mendorong ekspor minyak negara itu turun ke titik nol.

Sejak itu, Washington juga telah berusaha untuk menyingkirkan sekutu dari kesepakatan dengan Iran, memaksa India untuk menghentikan impor minyak mentah Iran sama sekali. Sementara India menyerah pada tekanan, para pejabat India telah menyatakan keinginan untuk melanjutkan pengaturan sebelumnya, membeli 300 ribu barel minyak Iran per hari.

Dihalangi dari pilihan terbaik pertamanya, India segera dipaksa untuk meningkatkan impor minyak mentah AS untuk menebus kekurangan - sebuah situasi yang tampaknya berhasil dengan baik bagi perusahaan-perusahaan minyak AS, yang dijadwalkan untuk melakukan pembunuhan terhadap pasar tawanan yang diciptakan oleh rezim sanksi AS.

Fakta itu tidak luput dari pandangan Zarif, yang mengatakan bahwa Washington sedang mencari cara untuk meningkatkan harga minyak dan energi bagi keuntungannya sendiri.

“Sekarang AS adalah pengekspor minyak terbesar, mereka ingin mengambil bagian (pasar) Iran di Asia melalui penjualan shale gas mereka, yang jauh lebih mahal dan energi yang jauh lebih tidak dapat diandalkan,” ucap Zarif.

Diplomat top Iran itu juga mengarahkan langsung pada kampanye "tekanan maksimum" selama pertemuan FIEO. Ia menyebutnya sebagai upaya untuk memastikan bahwa rakyat Iran kelaparan.

"Kami tidak akan meminta (izin) AS untuk makan," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Menteri Digital ASEAN...
Menteri Digital ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama dengan Tiga Mitra
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Berita Terkini
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
3 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
4 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
7 jam yang lalu
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved