AS Pertimbangkan Persenjatai Kapal Perangnya dengan Rudal Jenis Baru

Kamis, 16 Januari 2020 - 13:03 WIB
AS Pertimbangkan Persenjatai...
AS Pertimbangkan Persenjatai Kapal Perangnya dengan Rudal Jenis Baru
A A A
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan untuk mempersenjatai kapal perusak kelas USS Zumwalt dengan senjata baru. Senjata ini dilaporkan akan memungkinkan Angkatan Laut AS untuk melakukan 'serangan cepat' pada musuh dari posisi yang aman, menghancurkan sasaran sebagai "kejutan taktis" pada awal konflik, tanpa perlu mengerahkan tentara atau aset militer.

Fox News melaporkan bahwa senjata baru itu diharapkan mampu menembakkan rudal yang dipersenjatai dengan hulu ledak yang dirancang untuk melakukan serangan global yang cepat dalam waktu satu jam atau kurang. Laporan itu mengutip pernyataan Kapten Kevin Smith, seorang manajer program kapal perusak kelas Zumwalt.

"Ini akan menjadi platform yang sempurna untuk Conventional Prompt Strike," kata Smith seperti dikutip Sputnik dari Fox News, Kamis (16/1/2020).

Program senjata Conventional Prompt Strike (CPS) awalnya muncul di era Presiden George W. Bush. Dilaporkan senjata ini direkayasa untuk mempersenjatai rudal balistik dengan hulu ledak konvensional, yang memungkinkan rudal itu memiliki kecepatan dan jangkauan senjata nuklir yang sama yang dipasang pada sebuah rudal dan dengan kemampuan untuk mencapai tempat mana pun di Bumi dalam hitungan menit.

“Kemampuan bawaan kapal ini adalah tersembunyi. Ia dirancang untuk tersembunyi dan membawa pertarungan secara ofensif ke musuh,” terang Smith.

Smith mencatat bahwa mempersenjatai kapal penghancur kelas Zumwalt belum tercatat dalam program, karena saat ini sesuatu sedang dipertimbangkan atau mungkin “dilihat” di masa depan.

Menurut laporan Congressional Research Service (CRS) tahun 2019 yang berjudul Serangan Conventional Prompt Global dan Rudal Balistik Jangka Panjang, Pentagon dilaporkan meminta peningkatan anggaran terkait program CPS dari USD201 juta pada 2018 menjadi USD278 juta pada 2019. Program senjata ini sendiri sempat dihentikan dan dilanjutkan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan CRS mengatakan, mengutip pengembangan senjata, bahwa CPS tidak dimaksudkan untuk berfungsi sebagai alternatif senjata nuklir, meskipun akan menambah kemampuan konvensional AS.
(ian)
Berita Terkait
China Buntuti Kapal...
China Buntuti Kapal Perang Amerika Serikat di Selat Taiwan
Dari Kapal Induk hingga...
Dari Kapal Induk hingga Kapal Selam Nuklir, Segini Total Armada Tempur Amerika Serikat
Perang Hamas-Israel...
Perang Hamas-Israel di Ambang Pintu, Warga AS Cabut Naik Kapal
Trump: Tenggelamkan...
Trump: Tenggelamkan Kapal Perang Iran!
China Buat Kapal 540...
China Buat Kapal 540 Kali Lebih Banyak per Tahun Dibandingkan Amerika Serikat
Kapal Perang Amerika...
Kapal Perang Amerika Dikepung 11 Kapal Iran di Teluk Persia
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
2 jam yang lalu
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
3 jam yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
4 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved