Esper: AS Berhak Serang Iran

Selasa, 14 Januari 2020 - 19:36 WIB
Esper: AS Berhak Serang...
Esper: AS Berhak Serang Iran
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) memiliki otoritas hukum dan konstitusional untuk terus menyerang proksi Iran, di Irak atau bahkan di Iran dalam menanggapi serangan terhadap pasukan Amerika. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan AS Mark Esper.

"Kami menganggap Iran bertanggung jawab atas proksinya, dan kami akan mempertahankan hak untuk melakukan pembelaan diri serta mengambil tindakan jika tersedia secara hukum dan sesuai untuk meminta pertanggungjawaban proksi (Iran) atas tindakan mereka," kata kepala Pentagon itu kepada NPR yang dinukil dari Sputnik, Selasa (14/1/2020).

Menurut Esper, Presiden Trump berhak untuk menyerang Iran berdasarkan Pasal 2 Konstitusi AS. Pasal itu memberikan presiden AS kekuatan untuk secara sepihak terlibat dalam aksi militer dalam hal terjadi serangan terhadap AS, wilayah atau harta miliknya, atau angkatan bersenjata.

”Hak-hak presiden juga didukung oleh Otorisasi untuk Penggunaan Angkatan Militer (AUMF), tindakan hukum yang disahkan oleh Kongres pada tahun 2001 setelah serangan teroris 11 September," Esper menambahkan.

Untuk regulasi terakhir telah diperbarui setiap tahun selama hampir dua dekade, dan digunakan untuk membenarkan perang AS dan penyebaran militer di seluruh dunia, dari Afghanistan dan Irak ke Filipina, Georgia, Yaman, Djibouti, Kenya, Ethiopia, Somalia, dan Eritrea.

Esper juga sekali lagi membela keputusan pemerintahan Trump untuk menargetkan Jenderal Soleimani, dengan mengatakan komandan Iran itu menjadi target yang memaksa untuk "diambil" karena ada kesepakatan lengkap berdasarkan apa yang telah ia lakukan dan apa yang ia rencanakan. Soleimani, Esper mengklaim, memiliki darah ratusan tentara Amerika dan marinir di tangannya.

Penegasan yang terakhir, termasuk klaim bahwa Iran memberikan senjata kepada milisi Irak untuk menyerang AS setelah invasi 2003, masih dipertanyakan. Namun, ada bukti substantif dan terdokumentasi yang menunjukkan bahwa Soleimani sebenarnya secara tidak langsung membantu upaya AS melawan Osama bin Laden dan al-Qaeda di Afghanistan dan dengan menargetkan teroris Wahhabi dalam kampanye melawan ISIS di Irak dan Suriah.

Para pejabat senior di Gedung Putih, Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS mengalami kesulitan selama dua minggu untuk membenarkan keputusan AS membunuh Soleimani. Alasan yang diapungkan pun berbeda-beda mulai dari ancaman terhadap kepentingan AS, menjadi tidak masalah apakah ancaman itu akan segera terjadi atai tidak karena masa lalunya mengerikan seperti yang dikatakan oleh Presiden Trump awal pekan ini.

Para pejabat yang berbicara anonim kepada media AS menyatakan Amerika sebenarnya mulai berencana untuk membunuh Soleimani pada Juli 2018, dengan periode Juni 2019 dan September 2019 juga disebutkan.

Soleimani (62) terbunuh pada 3 Januari ketika konvoinya dan seorang pemimpin senior milisi Syiah di Baghdad dihantam oleh serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad. Kematian komandan itu menyebabkan ketegangan antara Iran dan AS melonjak ke titik tertinggi baru, dengan para pemimpin dan komandan Iran memperingatkan bahwa mereka akan "membalas" kematian Soleimani.

Pada 8 Januari, Garda Revolusi Iran meluncurkan hampir selusin rudal ke pangkalan AS di Irak, dengan Teheran memperingatkan Baghdad tentang serangan itu beberapa jam sebelumnya.

Pada hari Senin, Ketua Pengadilan Iran Ebrahim Raisi mengumumkan bahwa pemerintah Iran akan berusaha untuk menuntut Presiden Trump di pengadilan internasional atas pembunuhan Soleimani.
(ian)
Berita Terkait
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
6 Alasan Amerika Serikat...
6 Alasan Amerika Serikat Takut pada Potensi Senjata Nuklir Iran
Rouhani: Semua Negara...
Rouhani: Semua Negara Timur Tengah Harus Usir Pasukan AS
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
35 menit yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
56 menit yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
2 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved