AS Beri Selamat Tsai karena Menang Pemilu Taiwan, China Marah

Senin, 13 Januari 2020 - 13:07 WIB
AS Beri Selamat Tsai...
AS Beri Selamat Tsai karena Menang Pemilu Taiwan, China Marah
A A A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain memberikan ucapan selamat kepada Tsai Ing-wen yang terpilih kembali sebagai Presiden Taiwan setelah memenangkan pemilu. Ucapan selamat dari Amerika itu membuat China marah.

Tsai, yang telah menyatakan dirinya sebagai pembela nilai-nilai demokrasi liberal terhadap China yang semakin otoriter, memastikan kemenangannya kembali dalam pemilihan presiden yang digelar hari Sabtu.

Ucapan selamat dari AS disampaikan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo, yang diikuti para diplomat top dari Inggris dan Jepang.

Namun Beijing, yang memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, mengecam tindakan mereka sebagai pelanggaran prinsip "satu-China".

"Pihak China menyatakan ketidakpuasan yang kuat dan penentangan tegas terhadap ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang, dalam sebuah pernyataan, Senin (13/1/2020).

"Kami menentang segala bentuk pertukaran resmi antara Taiwan dan negara-negara yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan China," lanjut Geng, seperti dikutip AFP.

Media pemerintah China juga berusaha meremehkan kemenangan Tsai dan meragukan legitimasi kampanyenya dengan menuduh pemimpin Taiwan itu memainkan "taktik kotor" dan curang.

"Tsai dan Partai Progresif Demokratik (DPP)-nya menggunakan taktik kotor seperti curang, penindasan dan intimidasi untuk mendapatkan suara, sepenuhnya memperlihatkan sifat egois, serakah dan jahat mereka," tulis kantor berita Xinhua pada hari Minggu.

Xinhua juga menuduh Tsai membeli suara. Menurut media Beijing itu, "kekuatan gelap eksternal" ikut bertanggung jawab atas hasil pemilu Taiwan.

Beijing, yang pada suatu hari bersumpah untuk mengambil Taiwan—dengan kekerasan jika perlu—membenci Tsai karena dia menolak untuk mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari China.

China menggandakan prinsip "satu-China" setelah kemenangan Tsai, di mana Geng menekankan bahwa terlepas dari apa yang terjadi di Taiwan, fakta-fakta dasar tidak akan berubah."Hanya ada satu China di dunia dan Taiwan adalah bagian dari China," ujarnya. "Posisi pemerintah China tidak akan berubah."
(mas)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Selalu Gunakan Standar Ganda dalam Urusan Taiwan?
Latar Belakang Konflik...
Latar Belakang Konflik China dan Taiwan serta Kepentingan Amerika Serikat di Baliknya
Latihan Militer China...
Latihan Militer China di Dekat Taiwan Bidik Penonton Amerika Serikat
Biodata Ketua DPR Amerika...
Biodata Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi yang Bertandang ke Taiwan
Pelosi Tinggalkan Taiwan,...
Pelosi Tinggalkan Taiwan, Ketegangan dengan China Kian Memuncak
Berita Terkini
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
21 menit yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
1 jam yang lalu
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
3 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
4 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
8 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved