Sebut Soleimani di Balik 9/11, Pence Diserbu Warganet AS

Minggu, 12 Januari 2020 - 23:42 WIB
Sebut Soleimani di Balik...
Sebut Soleimani di Balik 9/11, Pence Diserbu Warganet AS
A A A
WASHINGTON - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Mike Pence menyebut bahwa Qassem Soleimani turut berkontribusi pada serangan 9/11. Pernyataan ini mendapat tanggapan beragam dari warganet AS.

Dalam akun Twitternya, Pence awalnya mengatakan bahwa Solemaini adalah seorang pria jahat yang bertanggung jawab atas pembunuhan banyak warga AS. Dia lalu menyebut, Solemaini turut membantu perjalanan para pelaku serangan 9/11 dari Afghanistan ke AS.

"Dia membantu perjalanan dari Afghanistan, 10 dari 12 teroris yang melakukan serangan teroris 11 September di AS," kicau Pence.

Kicauan Pence ini kemudian mendapat tanggapan yang sangat ramai dari warganet AS. Kebanyakan dari mereka menentang dan meledek teori yang disampaikan oleh mantan Wakil Presiden AS itu, mengingat para pelaku diketahui adalah militan Sunni, sedangkan Solemaini adalah seorang Syiah.

"Bisakah kita mendapatkan lebih banyak kejelasan tentang poin terakhir Anda, apakah Anda menyarankan bahwa seorang pria yang berkomitmen penuh pada negara Syiah Iran akan berkonspirasi dengan ekstrimis Sunni dengan memungkinkan perjalanan mereka ke Afghanistan, ke negara yang memiliki Taliban, sebuah kelompok yang ia lawan dengan keras?" tanya seorang warganet dengan akun @jeffstark76.

Stefanie Iris, seorang warganet lainnya menyebut apa yang disampaikan Pence tidaklah masuk akal. "Para pembajak tinggi adalah orang-orang Sunni dari Saudi, dan Soleimani adalah warga Syiah dari Iran. Juga, ada 19 pembajak," kicaunya.

Pengguna Twitternya lainnya bernama Anna Ciedzalo juga menyampaikan pernyataan serupa. Dia mengatakan, para pelaku serangan 9/11 adalah warga negara Arab Saudi, yang tidak lain adalah musuh dari Iran. Dia juga turut mengkoreksi jumlah pelaku serangan, yakni 19 orang dan bukan 12.

Solemaini sendiri diketahui tewas dalam serangan udara yang dilancarkan AS di dekat bandara Baghdad, Irak pada Jumat pekan lalu. Serangan ini membuat banyak pihak khawatir akan terjadinya perang langsung antara AS dan Iran.
(esn)
Berita Terkait
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
6 Alasan Amerika Serikat...
6 Alasan Amerika Serikat Takut pada Potensi Senjata Nuklir Iran
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
12 menit yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
1 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
1 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
3 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
4 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
4 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved