Konflik Iran-AS Memanas, PKS: Tak Bisa Diprediksi, Pemerintah Harus Bersikap!

Sabtu, 11 Januari 2020 - 00:15 WIB
Konflik Iran-AS Memanas,...
Konflik Iran-AS Memanas, PKS: Tak Bisa Diprediksi, Pemerintah Harus Bersikap!
A A A
JAKARTA - Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kian memanas setelah tewasnya Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani. Soleimani tewas dibunuh AS di Baghdad, Iran pada 3 Januari lalu bersama 10 orang lainnya dalam serangan pesawat nirawak.

Tindakan ini memicu aksi balasan dari Iran dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik ke pangkalan di Irak yang menampung pasukan AS pada 8 Januari lalu.

Terkait hal ini anggota BKSAP (Badan Kerja Sama Antar Parlemen) DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba, menyampaikan agar pemerintah Indonesia segera ambil sikap atas situasi global saat ini, situasi yang tak bisa diprediksi ini bisa menimbulkan masalah baru bagi Indonesia.

"Lakukan evakuasi WNI ditempat aman, baik itu di negara Irak, Iran dan negara sekitarnya. Pemerintah juga harus segera melakukan tindakan preventif di segala bidang, khususnya di bidang perekonomian, atas situasi global saat ini agar konflik AS-Iran maupun konflik Natuna tidak berdampak pada perekonomian Indonesia,” kata Iskan dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (11/1/2020).

Dikatakan oleh Iskan bahwa sebenarnya apa yang dilakukan Presiden AS Donald Trump perbuatan yang tidak bisa ditolerir. Trump memerintahkan langsung pembunuhan terhadap Soleimani di Irak. (Baca: Jenderal Soleimani Dihabisi AS atas Perintah Trump )

"Kunjungan Qassem Soleimani ke Irak merupakan kunjungan resmi delegasi sebuah negara ke negara lain sehingga tindakan Trump merupakan provokasi yang bisa menimbulkan konflik lebih luas," ucap Iskan.

Iskan menambahkan Soleimani dianggap warga negara Iran sebagai martir dan pahlawan.

"Lihat saja dari gegap gempitanya seluruh warga mengantar jenazahnya. Bahkan pimpinan Palestina, Ismail Hanniyah, dari faksi Hamas juga turut hadir di pemakaman Soleimani walaupun ada perbedaan yang jauh terkait ideologi, yang satu Syiah, yang lainnya Sunni, tetapi Palestina tak melupakan bantuan Iran," ujarnya.

Iskan mengatakan ketegangan AS dan Iran mulai memanas, ketika AS yang dipimpin oleh Donald Trump, menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Trump kemudian menjatuhkan embargo dan pembatasan kerja sama dibidang minyak, mobil, aeronautika dan perbankan pada 2018. Apa yang dilakukan AS membuat perekonomian Iran terdampak sangat buruk.

“Tetapi kalau ada yang mengait-ngaitkannya ke perang dunia ketiga, Saya rasa ini juga terlalu berlebihan. Semua pihak pasti paham betul dengan kondisi keamanan global yang begitu rumit, seperti masalah ekonomi dan tatanan dagang internasional,” jelas Iskan.
(ian)
Berita Terkait
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
6 Alasan Amerika Serikat...
6 Alasan Amerika Serikat Takut pada Potensi Senjata Nuklir Iran
Rouhani: Semua Negara...
Rouhani: Semua Negara Timur Tengah Harus Usir Pasukan AS
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
1 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
2 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
3 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
3 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved