AS dan Iran Tunjukkan Sinyal Hindari Perang Skala Besar

Kamis, 09 Januari 2020 - 09:47 WIB
AS dan Iran Tunjukkan...
AS dan Iran Tunjukkan Sinyal Hindari Perang Skala Besar
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak melunak setelah beberapa hari melempar retorika penuh kemarahan. Dia pun menyarankan Iran "mundur" setelah menembakkan rudal ke pasukan AS di Irak.

Kedua pihak tampaknya berupaya meredam krisis terkait pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani oleh AS. Trump menyatakan AS tidak perlu menyerang balik serangan Iran di pangkalan militer yang menampung tentara AS di Irak.

Trump menyatakan tak ada warga AS yang terluka dalam serangan Iran tersebut. Pentagon menyatakan Iran meluncurkan 16 rudal balistik jarak pendek, dengan 11 rudal mengenai pangkalan udara al-Asad dan satu lagi mengenai fasilitas di Erbil tapi tidak menyebabkan kerusakan besar.

"Fakta bahwa kita memiliki perlengkapan dan militer hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya. Amerika kuat, baik militer dan ekonomi, ini penangkal terbaik," papar Trump, dilansir Reuters.

Trump menambahkan, "Pasukan Amerika hebat kita telah siap untuk apapun. Iran tampaknya akan mundur, yang itu hal bagus untuk semua pihak terkait dan sangat bagus untuk dunia."

Dia tidak secara langsung mengancam melakukan aksi militer tapi mengatakan, "AS akan segera menerapkan sanksi ekonomi tambahan pada rezim Iran untuk merespon apa yang kita sebut agresi Iran." Trump tidak menyebut secara khusus apa sanksi baru tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan di depan warga Iran yang meneriakkan "Kematian untuk Amerika" bahwa serangan rudal itu tamparan di wajah AS dan menegaskan pasukan AS harus meninggalkan wilayah itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif menjelaskan, serangan itu menyimpulkan respon Teheran atas pembunuhan Soleimani. Saat ini Soleimani telah dimakamkan di tempat asalnya, Kerman, setelah beberapa hari duka cita nasional.

"Kami tidak menginginkan eskalasi atau perang, tapi akan membela diri terhadap agresi apapun," tweet Zarif.

Ulama Irak Moqtada al-Sadr menyatakan krisis Irak tampaknya telah berakhir dan meminta kelompok milisi tidak melancarkan serangan.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved