Pasca Kaburnya Ghosn, Jepang akan Perketat Prosedur Imigrasi

Minggu, 05 Januari 2020 - 23:57 WIB
Pasca Kaburnya Ghosn,...
Pasca Kaburnya Ghosn, Jepang akan Perketat Prosedur Imigrasi
A A A
TOKYO - Pemerintah Jepang akan memperketat langkah-langkah imigrasi negara itu. Langkah ini diambil setelah mantan bos Nissan, Carlos Ghosn kabur dari Jepang. Ini adalah tanggapan resmi pertama yang dilontarkan Pemerintah Jepang pasca kaburnya Ghosn.

Menteri Kehakiman Jepang, Masako Mori mengatakan, kepergian Ghosn "tampaknya ilegal" dan sangat disesalkan. Ia menambahkan, tidak ada catatan Ghosn meninggalkan negara itu. Mori berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengatakan pihak berwenang telah mengeluarkan pemberitahuan internasional untuk penangkapannya.

"Saya telah menginstruksikan Badan Layanan Imigrasi untuk berkoordinasi dengan agen terkait untuk lebih memperketat prosedur keberangkatan," kata Mori, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (5/1). Ia menambahkan, pelepasan jaminan Ghosn tidak dibenarkan dan bahwa pengadilan telah mencabut jaminannya.

Secara terpisah, jaksa mengeluarkan pernyataan membela sistem peradilan Jepang. Masih belum jelas apa yang mungkin dilakukan Jepang untuk membawa Ghosn kembali. Jepang memiliki perjanjian ekstradisi hanya dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang berarti mungkin sulit untuk mengembalikan Ghosn dari Libanon.

Libanon sendiri menyatakan telah menerima surat perintah penangkapan Interpol untuk Ghosn. Dikatakan, Ghosn memasuki negara itu secara legal. Seorang pejabat senior keamanan Libanon mengatakan belum jelas apakah Ghosn akan dipanggil untuk ditanyai atas surat perintah itu, tetapi menambahkan bahwa Libanon tidak mengekstradisi warganya.

The Wall Street Journal telah melaporkan, Ghosn menyelinap keluar dari Jepang dengan menumpang jet pribadi yang disembunyikan dalam kasing besar berwarna hitam, yang biasanya digunakan untuk membawa perlengkapan audio. Dia didampingi oleh sepasang pria dengan nama yang cocok dengan kontraktor keamanan Amerika, kata surat kabar itu, mengutip orang-orang yang akrab dengan investigasi dalam pelarian itu.
(esn)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
42 menit yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
5 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved