Eks Bos CIA: Banyak Warga AS Bakal Terbunuh usai Kematian Soleimani

Sabtu, 04 Januari 2020 - 08:47 WIB
Eks Bos CIA: Banyak...
Eks Bos CIA: Banyak Warga AS Bakal Terbunuh usai Kematian Soleimani
A A A
WASHINGTON - Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur CIA Mike Morell meramalkan bahwa kematian komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani , akan menelan "harga mahal". Dia memprediksi rezim Teheran akan balas dendam dan banyak warga sipil Amerika Serikat (AS) akan terbunuh.

Morell berspekulasi bahwa Iran tidak akan menyerang pasukan Amerika, tetapi sebaliknya akan melepaskan proksi-proksinya di wilayah Timur Tengah. "Akan ada orang-orang Amerika yang mati—warga sipil Amerika yang tewas sebagai akibat dari ini, mungkin selama beberapa hari ke depan—di tempat di mana Iran memiliki proksi," katanya kepada CBS yang dikutip Sabtu (4/1/2020)

"Irak adalah tempat yang paling mungkin, tetapi juga Lebanon, Bahrain, tempat-tempat lain di Timur Tengah," paparnya. (Baca: Jenderal Soleimani Dibunuh, AS dan Iran di Ambang Perang Besar-besaran )

Morell pernah menjabat sebagai analis intelijen selama bertahun-tahun dan memainkan peran penting dalam administrasi dua presiden sebelumnya, yakni George W. Bush dan Barack Obama. Di bawah Obama, Morell menjabat sebagai wakil direktur CIA dan dua kali sebagai Plt Direktur CIA.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jenderal Soleimani dan enam orang lainnya termasuk komandan milisi Syiah Irak tewas dalam serangan udara AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat dini hari.

Setelah serangan mematikan itu, Departemen Luar Negeri Amerika mendesak para warga AS untuk segera meninggalkan Irak. Desakan muncul setelah Pemimpin Teringgi Iran Ayatollah Ali Khamenei berjanji untuk melakukan "pembalasan yang keras" atas serangan itu. Janji balas dendam juga disampaikan Presiden Hassan Rouhani.

"Negara besar Iran akan membalas dendam atas kejahatan keji ini," tulis Rouhani di Twitter. (Baca: AS Habisi Jenderal Soleimani, Iran Siap Balas Dendam )

Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan serangan AS telah membela keputusannya. "Jenderal Qassem Soleimani telah membunuh atau melukai ribuan orang Amerika selama periode waktu yang lama, dan berencana untuk membunuh lebih banyak lagi," kata Trump.

"Dia secara langsung dan tidak langsung bertanggung jawab atas kematian jutaan orang," katanya.

Morell mengakui bahwa dunia menjadi lebih baik tanpa Soleimani, tetapi pembunuhan itu mengindikasikan bahwa keputusan Trump menciptakan perubahan dramatis dalam hubungan internasional. (Baca: Mengenal Jenderal Soleimani yang Dibunuh AS di Baghdad )

"Ya, bagus dia pergi (Soleimani tewas), tetapi harganya sangat mahal," kata Morell kepada CBS. Dia menambahkan bahwa Iran kemungkinan akan melakukan serangan teroris yang membunuh seorang pejabat senior Amerika.

"Iran dan Hizbullah Lebanon—sekutu utama mereka—memiliki rencana darurat pada buku-buku untuk serangan teroris semacam itu. Jadi serangan teroris semacam itu dapat segera terjadi," ujarnya.

Morell juga meramalkan bahwa kematian Soleimani akan memberanikan kelompok garis keras Iran dan mengakhiri harapan untuk menjaga Irak dari senjata Iran.

Sekitar 5.200 tentara Amerika Serikat berbasis di Irak untuk melatih pasukan Irak dan membantu dalam memerangi militan kelompok ISIS. Kedutaan besar AS juga mengeluarkan peringatan keamanan untuk warga Amerika di Lebanon, Bahrain, Kuwait, dan Nigeria. (Baca juga: AS Habisi Jenderal Soleimani, Iran Kerahkan Jet Tempur F-14 )

Amerika Serikat mengirim hampir 3.000 pasukan Angkatan Darat ke Timur Tengah sebagai bala bantuan setelah pembunuhan Jenderal Soleimani. Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo membela serangan itu dengan menyebutnya sebagai tindakan yang "sepenuhnya sah". Menurutnya, Soleimani menimbulkan ancaman segera terhadap AS dan kepentingannya di kawasan Timur Tengah.

"Ada serangan yang akan terjadi," kata Pompeo kepada Fox News. "Orkestra, motivator utama serangan itu, adalah Qassem Soleimani."

Gedung Putih tidak memberi tahu anggota parlemen sebelum serangan. Menteri Pertahanan Mark Esper baru memberi tahu Ketua DPR Nancy Pelosi tentang serangan itu tak lama sebelum Pentagon mengonfirmasi serangan itu.
(mas)
Berita Terkait
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Dalih Iran usai 11 Kapalnya...
Dalih Iran usai 11 Kapalnya Kepung Beberapa Kapal Perang AS
Trump Klaim Iran Ingin...
Trump Klaim Iran Ingin Menjadikannya Pemimpin Tertinggi Penerus Ayatollah Khamenei
11 Kapal Iran Kepung...
11 Kapal Iran Kepung Beberapa Kapal Perang AS dalam Jarak 9 Meter
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Kedubes Iran di Jakarta...
Kedubes Iran di Jakarta Dipenuhi Karangan Bunga Usai Kematian Ali Khamenei
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
4 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
5 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
6 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
7 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
8 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
9 jam yang lalu
Infografis
Eks Letnan Kolonel AS:...
Eks Letnan Kolonel AS: Ukraina Harus Terima Kalah Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved