Mengenal Jenderal Soleimani yang Dibunuh AS di Baghdad

Jum'at, 03 Januari 2020 - 10:21 WIB
Mengenal Jenderal Soleimani...
Mengenal Jenderal Soleimani yang Dibunuh AS di Baghdad
A A A
BAGHDAD - Jenderal Qassem Soleimani , kepala pasukan Quds Iran, tewas bersama enam orang lainnya dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020). Jenderal Teheran ini telah lama jadi incaran Amerika dan Israel karena dianggap sebagai otak perilaku Iran di kawasan Timur Tengah.

Qasem Soleimani lahir 11 Maret 1957. Dia seorang mayor jenderal di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Sejak tahun 1998, dia menjabat sebagai komandan Pasukan Quds, sebuah divisi pasukan elite IRGC Iran yang bertanggung jawab untuk operasi militer ekstrateritorial dan klandestin. (Baca: Jenderal Soleimani Iran Tewas Diserang AS di Baghdad )

Soleimani memulai karier militernya di awal Perang Iran-Irak tahun 1980-an, di mana ia memimpin Divisi ke-41. Dia kemudian terlibat dalam operasi ekstrateritorial, memberikan bantuan militer kepada kelompok-kelompok Syiah dan Kurdi anti-Saddam Hussein di Irak. Dia kemudian memberikan bantuan kepada Hizbollah di Lebanon dan Hamas di wilayah Palestina.

Pada 2012, Soleimani membantu memperkuat pemerintah Suriah, sekutu penting Iran, selama perang saudara Suriah. Soleimani juga membantu komando gabungan pemerintah Irak dan pasukan milisi Syiah yang berperang melawan kelompok Islamic State of Iraq and Levant/Syria (ISIL/ISIS) pada 2014-2015.

Soleimani, seperti dikutip Reuters, terbunuh dalam serangan udara AS pada 3 Januari 2020 saat bepergian dalam konvoi di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Soleimani lahir di desa Qanat-e Malek, Rabor, Provinsi Kerman, dari keluarga petani miskin. Di masa mudanya, ia pindah ke kota Kerman dan bekerja sebagai pekerja konstruksi untuk membantu membayar utang ayahnya.

Pada tahun 1975, dia mulai bekerja sebagai kontraktor untuk Kerman Water Organization. Ketika tidak di tempat kerja, ia menghabiskan waktunya dengan mengangkat beban di gimnasium lokal dan menghadiri khotbah seorang penceramah keliling Hojjat Kamyab, seorang anak didik pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Khomeini.

Soleimani bergabung dengan IRGC pada tahun 1979 setelah Revolusi Iran, yang ditandai dengan tumbangnya rezim Shah. Revolusi itu membuat Ayatollah Khomeini mengambil alih kekuasaan. Sejak itu, karier militer Soleimani naik pesat. Di awal karirnya sebagai penjaga, dia ditempatkan di Iran barat laut, dan berpartisipasi dalam pemberangusan pemberontak separatis Kurdi di Provinsi Azerbaijan Barat.

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menganggap Jenderal Soleimani sama bahayanya dengan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi yang tewas selama operasi militer Amerika di Idlib, Suriah beberapa bulan lalu.
(mas)
Berita Terkait
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Dalih Iran usai 11 Kapalnya...
Dalih Iran usai 11 Kapalnya Kepung Beberapa Kapal Perang AS
Trump Klaim Iran Ingin...
Trump Klaim Iran Ingin Menjadikannya Pemimpin Tertinggi Penerus Ayatollah Khamenei
11 Kapal Iran Kepung...
11 Kapal Iran Kepung Beberapa Kapal Perang AS dalam Jarak 9 Meter
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Kedubes Iran di Jakarta...
Kedubes Iran di Jakarta Dipenuhi Karangan Bunga Usai Kematian Ali Khamenei
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
2 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
5 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
7 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
9 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
10 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved