Pompeo Tunda Kunjungan ke Ukraina untuk Fokus Situasi di Irak
Kamis, 02 Januari 2020 - 06:01 WIB
Pompeo Tunda Kunjungan ke Ukraina untuk Fokus Situasi di Irak
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompoe menunda kunjungan ke Ukraina sehingga dia dapat fokus pada situasi di Irak setelah demonstran menyerang Kedutaan Besar (Kedubes) AS.
Para pendukung kelompok paramiliter Irak menyerbu perimeter Kedubes AS dan melemparkan batu ke dalam kompleks itu selama dua hari protes. Demonstran baru mundur pada Rabu (1/1) setelah AS mengerahkan tentara tambahan dan mengancam membalas pada Iran.
"Pompeo menunda kunjungannya ke Ukraina, Belarusia, Kazakhstan, Uzbekistan dan Siprus karena Menlu perlu berada di Washington DC untuk terus memantau perkembangan situasi di Irak dan memastikan keselamatan dan keamanan warga AS di Timur Tengah," ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Morgan Ortagus.
Sebelumnya, pada Selasa (31/12) malam, Pompeo menyatakan pada Fox News bahwa kunjungan ke Ukraina tetap akan dilakukan.
Pompeo hendak menegaskan kembali dukungan AS pada Ukraina dalam kunjungan pejabat AS level tertinggi sejak pemakzulan Presiden AS Donald Trump terkait cara dia menangani hubungan dengan Ukraina.
Sementara, Kedubes AS di Baghdad menyatakan pada Rabu (1/1) bahwa semua operasional konsuler publik dihentikan, sehari setelah serangan para demonstran.
"Karena serangan milisi di kompleks Kedubes AS, semua operasional konsuler publik dihentikan hingga informasi lebih lanjut. Semua janji di masa depan telah dibatalkan. Warga AS disarankan tidak mendekati kedubes," papar pernyataan Kedubes AS di Irak.
Para pendukung kelompok paramiliter Irak menyerbu perimeter Kedubes AS dan melemparkan batu ke dalam kompleks itu selama dua hari protes. Demonstran baru mundur pada Rabu (1/1) setelah AS mengerahkan tentara tambahan dan mengancam membalas pada Iran.
"Pompeo menunda kunjungannya ke Ukraina, Belarusia, Kazakhstan, Uzbekistan dan Siprus karena Menlu perlu berada di Washington DC untuk terus memantau perkembangan situasi di Irak dan memastikan keselamatan dan keamanan warga AS di Timur Tengah," ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Morgan Ortagus.
Sebelumnya, pada Selasa (31/12) malam, Pompeo menyatakan pada Fox News bahwa kunjungan ke Ukraina tetap akan dilakukan.
Pompeo hendak menegaskan kembali dukungan AS pada Ukraina dalam kunjungan pejabat AS level tertinggi sejak pemakzulan Presiden AS Donald Trump terkait cara dia menangani hubungan dengan Ukraina.
Sementara, Kedubes AS di Baghdad menyatakan pada Rabu (1/1) bahwa semua operasional konsuler publik dihentikan, sehari setelah serangan para demonstran.
"Karena serangan milisi di kompleks Kedubes AS, semua operasional konsuler publik dihentikan hingga informasi lebih lanjut. Semua janji di masa depan telah dibatalkan. Warga AS disarankan tidak mendekati kedubes," papar pernyataan Kedubes AS di Irak.
(sfn)