Kedubesnya di Baghdad Diserang, AS Kirim Ratusan Personel Tentara Tambahan

Rabu, 01 Januari 2020 - 09:30 WIB
Kedubesnya di Baghdad...
Kedubesnya di Baghdad Diserang, AS Kirim Ratusan Personel Tentara Tambahan
A A A
BAGHDAD - Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengirim ratusan personel tentara tambahan ke Timur Tengah, Selasa (31/12). Langkah ini diambil pasca serangan yang dilakukan demonstran pro-Iran ke kompleks kedutaan besar AS di Irak. Para demonstran membakar kedubes dan meneriakkan "Matilah Amerika!"

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa sekitar 750 tentara dari unit tanggap cepat Divisi Lintas Udara ke-82 siap untuk dikerahkan dalam beberapa hari ke depan ke wilayah itu.

"Penempatan ini adalah tindakan yang tepat dan tindakan pencegahan yang diambil sebagai tanggapan terhadap peningkatan tingkat ancaman terhadap personel dan fasilitas AS, seperti yang kita saksikan di Baghdad hari ini," katanya.

AS telah menerbangkan tim tanggap cepat Marinir ke Baghdad untuk memperkuat kedutaannya, usai terjadinya serangan. Serangan ini membuat asap dan api membumbung dari pintu masuk kedutaan dan semakin meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington.

Tepat sebelum pengumuman Esper, seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP bahwa Washington telah mengerahkan ratusan tentara Amerika ke Kuwait sebagai tanggapan atas kerusuhan itu, dan mereka kemungkinan akan dikirim ke Irak.

"Setidaknya 500 anggota Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS telah meninggalkan Fort Bragg di AS, dan hingga 4.000 orang akhirnya dapat dikerahkan," kata pejabat itu.

Pengumuman Esper adalah langkah terbaru Washington untuk meningkatkan pertahanannya di kawasan itu, sejak Presiden AS Donald Trump pada Mei 2018 menarik diri dari kesepakatan nuklir multinasional dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran.

Trump menyalahkan Teheran atas serangan kedutaan dan memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi hukuman jika orang Amerika terbunuh. "Iran akan bertanggung jawab penuh atas nyawa yang hilang, atau kerusakan yang terjadi, di salah satu fasilitas kami," kata Trump di Twitter.

"Mereka akan membayar HARGA yang sangat BESAR! Ini bukan Peringatan, ini Ancaman," tulis Trump. Ia pun menambahkan, "Selamat Tahun Baru!"
(esn)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Serangan Iran Berupaya...
Serangan Iran Berupaya Memaksa Pasukan AS Meninggalkan Irak Utara
Amerika Serikat Kembalikan...
Amerika Serikat Kembalikan 17.000 Artefak Kuno yang Dijarah ke Irak
Pesawat Hercules Militer...
Pesawat Hercules Militer AS Tergelincir di Pangkalan Irak
Serangan Roket Hantam...
Serangan Roket Hantam Pangkalan Koalisi AS di Irak
Kelompok Milisi Irak...
Kelompok Milisi Irak Setuju Tangguhkan Serangan Terhadap Pasukan AS
Berita Terkini
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
45 menit yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved