Arab Saudi Dituduh Bombardir Pasar di Yaman, 17 Warga Sipil Tewas

Jum'at, 27 Desember 2019 - 08:39 WIB
Arab Saudi Dituduh Bombardir...
Arab Saudi Dituduh Bombardir Pasar di Yaman, 17 Warga Sipil Tewas
A A A
SANAA - Arab Saudi, yang memimpin Koalisi Arab, dituduh pemberontak Houthi Yaman melakukan pemboman mematikan di pasar al-Raqw, Yaman, pada malam Natal. Serangan terhadap pasar yang sibuk itu menewaskan 17 warga sipil, termasuk 12 warga Ethiopia.

Juru bicara Houthi, Mohamed Abdelsalam, menyalahkan Kerajaan Arab Saudi atas apa yang dia sebut sebagai "kejahatan keji". Serangan terhadap pasar al-Raqw pada 24 Desember lalu itu merupakan serangan ketiga yang menargetkan daerah yang sama di Yaman utara dalam sebulan.

Pada 22 November, serangan lain terhadap pasar terjadi di provinsi Saada yang menewaskan 10 warga sipil, termasuk warga negara Ethiopia. Serangan kedua terjadi beberapa hari kemudian yang merenggut nyawa 10 warga sipil.

"Menambah catatan kriminalnya, yang terburuk di dunia, rezim Saudi telah melakukan kejahatan keji yang menargetkan orang tak berdosa di pasar al-Raqw di kota perbatasan Manbah. Serangan itu menunjukkan bahwa kekuatan agresi melanjutkan serangan berdarah mereka, mengabaikan konsekuensi serius," kata Abdelsalam dalam sebuah pernyataan di Twitter, kemarin.

Stasiun televisi al-Masirah melaporkan pemboman pada hari Selasa adalah serangan artileri dari seberang perbatasan Saudi.

Sementara itu, Koalisi Arab berjanji akan menyelidiki insiden di pasar al-Raqw. Juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir SPA bahwa peninjauan awal operasi di Saada mengindikasikan kemungkinan kerugian insidental dan kerusakan.

"Kasus ini telah dirujuk ke tim penilai insiden koalisi sesuai dengan komitmennya terhadap hukum humaniter internasional," kata Malki, yang merupakan perwira militer Arab Saudi, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/12/2019).

PBB Mengecam


Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande, mengecam keras serangan tersebut. "Serangan terhadap pasar al-Raqw menimbulkan pertanyaan yang sangat meresahkan tentang komitmen para pihak dalam konflik untuk menegakkan hukum humaniter internasional," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Setiap serangan semacam ini merupakan pelanggaran berat," ujarnya.

Arab Saudi baru-baru ini meningkatkan pembicaraan tidak resmi dengan Houthi tentang gencatan senjata.

Konflik di Yaman dimulai dengan pengambilalihan Sanaa oleh pemberontak Houthi tahun 2014, yang sekarang menguasai sebagian besar wilayah utara negara itu.

Arab Saudi dan sekutunya campur tangan pada Maret 2015 untuk menopang pemerintahan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi yang dipaksa keluar dari Sanaa oleh Houthi.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Udara Koalisi...
Serangan Udara Koalisi Arab Saudi Gempur Kamp-kamp Militer di Sanaa Yaman
Koalisi Arab Hancurkan...
Koalisi Arab Hancurkan Drone Houthi yang Targetkan Basis Militer Saudi
Proyektil Militer Houthi...
Proyektil Militer Houthi Hujani Jazan Arab Saudi, 5 Warga Terluka
Pemberontak Houthi Buka...
Pemberontak Houthi Buka Kembali Penerbangan PBB ke Sanaa
Sekjen PBB Sambut Insiatif...
Sekjen PBB Sambut Insiatif Saudi Soal Perdamaian Yaman
PBB Sebut Houthi Siap...
PBB Sebut Houthi Siap Putus Jaringan Kabel Internet Bawah Laut
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
1 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
3 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
3 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
4 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
6 jam yang lalu
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved