Pemerintah Amerika Serikat Tetapkan Batas Usia Perokok 21 Tahun

Sabtu, 21 Desember 2019 - 07:28 WIB
Pemerintah Amerika Serikat...
Pemerintah Amerika Serikat Tetapkan Batas Usia Perokok 21 Tahun
A A A
WASHINGTON - Advokasi anti-merokok yang didukung kuat kubu Partai Demokrat dan Republik membuahkan hasil. Dengan meningkatnya tren merokok di kalangan kawula muda, Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya menyetujui penetapan batas usia perokok dari 18 tahun menjadi 21 tahun, kemarin.

Peraturan itu mulai berlaku tahun depan dan akan menyasar seluruh produk tembakau, rokok, dan rokok elektrik. Sebelumnya pada November, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan keprihatinan terkait meningkatnya tren rokok elektrik yang mencapai 20,9% atau naik dua kali lipat dibanding tahun 2018.

Berdasarkan data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), sekitar 2.506 warga AS mengidap penyakit paru-paru akibat merokok pada tahun ini, 54 di antaranya meninggal dunia. Pasien meninggal dunia dilaporkan berusia 17 sampai 75 tahun. Sejumlah kematian terkait juga sedang diselidiki lebih jauh oleh CDC.

CDC bersama Badan Obat Obatan dan Makanan AS merekomendasikan rakyat AS agar tidak menghisap rokok elektrik yang mengandung tetrahydrocannabinol (THC). Meski tampak menyehatkan karena terdiri dari asetat Vitamin E, rokok itu juga mengandung substansi yang beragam yang tidak sehat untuk tubuh.

Sesuai hasil survey Monitoring the Future, perokok rokok elektrik di kalangan anak muda AS mencapai 20,8% untuk anak-anak siswa kelas 12, 19,4% untuk siswa kelas 10, dan 7% untuk siswa kelas delapan. Direktur Institut Nasional untuk Penyalahgunaan Obat Obatan, Dr. Nora Volkow, berharap angka itu menurun.

Perusahaan media sosial seperti Facebook Inc juga akan melarang konten yang mempromosikan rokok, produk tembakau, dan senjata api. Sebelumnya, Facebook hanya melarang penayangan iklan rokok sehingga menyisakan celah mengingat pengguna Instagram dan Facebook dapat memposting kegiatan merokok.

Pemerintah Kanada juga melarang promosi dan penayangan iklan produk rokok di ruang publik, toko, atau internet. Menteri Kesehatan Kanada, Patty Hajdu, berharap peraturan baru ini akan dapat membantu mencegah anak muda merokok. Namun, dia menambahkan Kanada masih perlu bertindak lebih jauh.

Kebijakan serupa juga diambil Otoritas Standar Pengiklanan Inggris (ASA). ASA melarang perusahaan rokok mempromosikan produknya di media sosial. Para aktivis anti-merokok memuji langkah yang diambil pemerintah AS, Kanada, dan Inggris itu. Mereka berharap jumlah perokok aktif akan semakin berkurang.
(don)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
3 jam yang lalu
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
6 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
10 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
11 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
12 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved