Kebakaran Ekstrem, Negara Bagian Australia Berlakukan Keadaan Darurat

Kamis, 19 Desember 2019 - 08:13 WIB
Kebakaran Ekstrem, Negara...
Kebakaran Ekstrem, Negara Bagian Australia Berlakukan Keadaan Darurat
A A A
CANBERRA - Negara bagian Australia, New South Wales (NSW), memberlakukan keadaan darurat selama tujuh hari ke depan guna menghadapai ancaman kebakaran yang kian ekstrem. Keadaan darurat itu diumumkan langsung oleh Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian atas saran dari Komisaris Dinas Pemadan Kebakaran (RFS) Shane Fitzsimmons.

Ini adalah keadaan darurat kedua yang diberlakukan di NSW sejak awal musim kebakaran. Keadaan darurat terakhir, yang juga berjalan selama tujuh hari, diberlakukan pada pertengahan November di tengah risiko "bencana" kebakaran. Itu pertama kalinya diterapkan di NSW sejak 2013.

"Kekhawatiran terbesar selama beberapa hari ke depan adalah ketidakpastian, dengan kondisi angin ekstrim (dan) suhu sangat panas," kata Berejiklian pada konferensi pers pada Kamis (19/12/2019) pagi seperti dikutip dari Sydney Morning Herald.

Ia pun mendesak warganya untuk berpikir ulang jika ingin melakukan perjalanan liburan dan mendorong semua warga untuk melakukan perencanaan tentang kemungkinan bahaya kebakaran sebelum melakukannya.

"Kami ingin semua orang bersama dengan keluarga mereka serta menikmati waktu dan aman, tetapi perlu diketahui bahwa keadaan darurat mungkin berarti pengalihan ekstra, penutupan jalan tambahan," katanya.

"Itu mungkin jika Anda melakukan perjalanan akan tertunda...pasikan Anda siap untuk mengubah rencana Anda jika keadaan berubah," imbuhnya.

"Kami meminta semua orang untuk memastikan kamu mendapat aplikasi Fires Near Me, tetapi juga kamu mendapatkan informasi tentang ke mana kamu bepergian ke dan dari," tukasnya.

Sementara itu Komisaris RFS Shane Fitzsimmons mengatakan perilaku api akan tidak menentu dan signifikan karena angin.

"Panas akan mulai bergerak melalui NSW pada hari Kamis dan kondisinya akan memburuk pada hari Sabtu," kata Fitzsimmons kepada wartawan.

"Kita bisa berharap angin akan naik dan kondisinya akan mencapai puncaknya sangat dini di pagi hari dan kita akan memiliki bahaya kebakaran berkelanjutan yang tinggi selama sekitar 15 jam," tuturnya.

Deklarasi keadaan darurat memberi Komisaris RFS kekuatan luar biasa termasuk kekuasaan untuk mengevakuasi properti, menutup jalan, menghancurkan infrastruktur yang berisiko runtuh dan memerintahkan penutupan utilitas penting seperti listrik, gas, minyak dan air.

Wewenang juga termasuk mengizinkan komisioner untuk mengarahkan lembaga pemerintah mana pun untuk melakukan, atau menahan diri, dari menjalankan fungsinya.

Kondisi kebakaran berbahaya mengancam sebagian besar NSW karena hingga 100 kebakaran hutan mengamuk di seluruh negara bagian pada Kamis pagi dan masyarakat bersiap-siap untuk menghadapi suhu tinggi.

RFS memiliki peringatan bahaya kebakaran ekstrem di wilayah Greater Sydney, Illawarra dan Shoalhaven dan Southern Ranges.

Pencegahan total kebakaran di seluruh negara bagian diumumkan pada hari Selasa akan tetap berlaku sampai tengah malam pada hari Sabtu mendatang.
(ian)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
21 menit yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
5 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
6 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
7 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved