Turki Ingatkan AS Tak cabut Embargo Senjata pada Siprus
Rabu, 18 Desember 2019 - 20:23 WIB
Turki Ingatkan AS Tak cabut Embargo Senjata pada Siprus
A
A
A
ANKARA - Turki memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak mengangkat embargo senjata yang sudah diterapkan selama puluhan tahun kepada Siprus. Ankara menyebut, pencabutan embargo ini akan menjadi eskalasi berbahaya.
"Keputusan AS tidak akan menghasilkan apa pun selain menghambat upaya menuju penyelesaian di negara itu dan menciptakan eskalasi berbahaya," kata Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (18/12/2019).
Kongres AS kemarin memutuskan untuk mengakhiri embargo terhadap Siprus, yang mulai diberlakukan pada tahun 1987 untuk menghindari perlombaan senjata dan mendorong resolusi konflik. Siprus telah terpecah sejak 1974 ketika Turki menyerbu negara itu, sebagai respong atas kudeta yang dirancang oleh rezim militer saat itu di Athena.
Langkah Kongres AS adalah bagian dari RUU pengeluaran pertahanan besar yang melewati kedua kamar Kongres AS, dengan Presiden Donald Trump diharapkan untuk menandatanganinya menjadi undang-undang dalam waktu dekat.
Keputusan ini sendiri datang ditengah masih buruknya hubungan antara Ankara dan Washington.
Ada beberapa perselisihan yang menyebabkan ketegangan kedua negara, termasuk dukungan AS untuk milisi Kurdi Suriah yang dipandang oleh Turki sebagai teroris dan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Ankara.
AS telah mengancam sanksi lebih lanjut atas kesepakatan S-400 setelah sebelumnya mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 awal tahun ini.
"Keputusan AS tidak akan menghasilkan apa pun selain menghambat upaya menuju penyelesaian di negara itu dan menciptakan eskalasi berbahaya," kata Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (18/12/2019).
Kongres AS kemarin memutuskan untuk mengakhiri embargo terhadap Siprus, yang mulai diberlakukan pada tahun 1987 untuk menghindari perlombaan senjata dan mendorong resolusi konflik. Siprus telah terpecah sejak 1974 ketika Turki menyerbu negara itu, sebagai respong atas kudeta yang dirancang oleh rezim militer saat itu di Athena.
Langkah Kongres AS adalah bagian dari RUU pengeluaran pertahanan besar yang melewati kedua kamar Kongres AS, dengan Presiden Donald Trump diharapkan untuk menandatanganinya menjadi undang-undang dalam waktu dekat.
Keputusan ini sendiri datang ditengah masih buruknya hubungan antara Ankara dan Washington.
Ada beberapa perselisihan yang menyebabkan ketegangan kedua negara, termasuk dukungan AS untuk milisi Kurdi Suriah yang dipandang oleh Turki sebagai teroris dan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Ankara.
AS telah mengancam sanksi lebih lanjut atas kesepakatan S-400 setelah sebelumnya mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 awal tahun ini.
(esn)