Rusia Bersiap Kerahkan Rudal Hipersonik Avangard yang Tak Bisa Dicegat

Selasa, 17 Desember 2019 - 07:41 WIB
Rusia Bersiap Kerahkan...
Rusia Bersiap Kerahkan Rudal Hipersonik Avangard yang Tak Bisa Dicegat
A A A
MOSKOW - Militer Rusia mengonfirmasi bahwa sistem rudal Avangard dengan kendaraan glide hipersonik bersiap dikerahkan pertama kalinya pada bulan ini. Presiden Vladimir Putin mengklaim misil berkemampuan nuklir ini bisa menyerang seperti meteorit dan tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan mana pun.

"Penempatan resimen roket pertama dengan sistem rudal Avangard di Divisi Roket Dombarovksaya direncanakan pada akhir 2019," kata Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia (RVSN) Kolonel-Jenderal Sergey Karakaev kepada surat kabar Red Star, yang dikutip Selasa (17/12/2019).

"Itu adalah bagian dari upaya Rusia untuk mengembangkan jenis peralatan militer baru untuk rudal strategis modern dan masa depan," katanya lagi.

Menurut laporan kantor berita TASS, resimen pertama yang dilengkapi dengan sistem rudal hipersonik Avangard akan mengambil tugas tempur di Divisi Roket Dombarovskaya di wilayah Orenburg sebelum 31 Desember 2019.

Sistem hipersonik merupakan satu dari setengah lusin senjata strategis baru yang digembar-gemborkan oleh Putin pada bulan Maret 2018. Pernyataan Karakaev menunjukkan Rusia memenuhi target untuk penempatan senjata mutakhir itu sebelum akhir tahun ini.

Sistem rudal Avangard mampu melakukan perjalanan 20 kali kecepatan suara, naik di luar atmosfer Bumi, dan menghantam target mana saja di dunia dalam waktu kurang dari 30 menit.

Menurut pihak Rusia, senjata ini membanggakan kemampuan manuver yang luar biasa dan dalam tes yang diyakini berhasil melesat dengan kecepatan 7.000 mph.

Putin menggambarkannya sebagai misil yang tak terkalahkan. "Avangard kebal terhadap pencegatan dengan segala cara oleh sistem pertahanan rudal yang ada dan prospektif dari musuh potensial," katanya.

Persiapan pengerahan senjata hipersonik ini dilakukan setahun setelah Putin mengeluarkan instruksi. "Atas instruksi saya, Departemen Pertahanan menyiapkan dan melakukan tes akhir dari sistem ini. Ini baru saja selesai dengan kesuksesan absolut," kata Putin setahun lalu.

Akhir bulan lalu, Rusia menunjukkan sistem rudal Avangard kepada inspektur Amerika Serikat (AS) berdasarkan ketentuan perjanjian New START. Perjanjian itu adalah satu-satunya pakta pencegah perang nuklir setelah pakta serupa, yakni Perjanjian INF 1978, runtuh karena AS dan Rusia sama-sama menarik diri dari perjanjian tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Putin: Ungguli AS, Rusia...
Putin: Ungguli AS, Rusia Mampu Tangkal Senjata Hipersonik Musuh
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
Putin: AL Rusia Bakal...
Putin: AL Rusia Bakal Diperkuat Rudal Nuklir Hipersonik
Putin: Seimbang dalam...
Putin: Seimbang dalam Senjata Nuklir, Rusia Ungguli AS soal Persenjataan Baru
Rusia Beritahu Amerika...
Rusia Beritahu Amerika Serikat: Kami Latihan Kekuatan Nuklir!
Putin Ungkap Rusia Bikin...
Putin Ungkap Rusia Bikin Senjata Hipersonik Baru, Singgung Persaingan Nuklir dengan AS
Berita Terkini
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
2 jam yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
3 jam yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
5 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved