Seorang Gadis AS Meninggal karena 'Penyakit Berciuman'

Sabtu, 14 Desember 2019 - 07:43 WIB
Seorang Gadis AS Meninggal...
Seorang Gadis AS Meninggal karena 'Penyakit Berciuman'
A A A
JACKSONVILLE - Seorang gadis remaja asal Florida, Amerika Serikat (AS) meninggal secara tragis karena mononukleosis atau dikenal sebagai "kissing disease (penyakit berciuman)". Keluarganya terguncang karena tidak mengetahui ihwal penyakit ini.

Menurut media setempat, WJAX-TV, gadis 17 tahun bernama Ariana Rae Delfs itu meninggal setelah jatuh sakit sekitar tiga minggu lalu.

Ayahnya, Mark Delfs, mengatakan bahwa putrinya memiliki beberapa gejala seperti pilek dan sakit kepala pada minggu-minggu awal sebelum kematiannya.

"Yang terus-menerus terjadi adalah sakit kepala," katanya.

Ketika Ariana gagal membaik, orang tuanya membawanya ke dokter yang melakukan berbagai tes, termasuk satu tes untuk mononukleosis. Namun, diagnosis formal tidak dibuat oleh dokter.

Gejala yang dialami gadis itu terus memburuk. Dia akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada pagi hari setelah menghabiskan satu malam dengan muntah terus-menerus. "Kami menjadi sangat gugup," kata Delfs.

Di rumah sakit, Ariana pada satu kesempatan berdiri untuk menggunakan kamar mandi. Namun, dia mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia tidak bisa merasakan kakinya. "Dia merasa seperti kakinya baru saja menyerah," ujar Delfs.

Dokter mencurigai gadis 17 tahun itu menderita stroke dan dia kemudian diterbangkan ke sebuah rumah sakit di Jacksonville.

“Kata-katanya kadang-kadang sangat tidak jelas. Dia hanya berbicara omong kosong, dan kerusakan sudah mulai pada titik itu, yang baru saja kita tidak tahu," ujar Delfs.

Sedihnya, Ariana menerima diagnosis formal pada hari-hari terakhir hidupnya, yakni dia terpapar Virus Epstein-Barr (EBV) yang menyebabkan mononukleosis. The Mayo Clinic, sebuah organisasi pusat medis akademik di Amerika, mengatakan virus adalah penyebab paling umum dari mononukleosis.

Otak Ariana membengkak pada titik di mana ia tidak dapat berfungsi dengan baik, yang berarti Ariana menderita kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki. "Pada saat itu, kami baru saja memutuskan bahwa sudah waktunya untuk melepaskannya," imbuh ayah gadis itu.

Setelah kematian putrinya, Delfs mendesak para orang tua lainnya untuk memerhatikan gejala yang dialami anak-anak mereka dengan serius.

"Dalam kasus kami, itu tidak cukup, tetapi dalam kasus orang lain mungkin menyelamatkan hidup mereka," katanya.

Dari data yang dihimpun SINDonews.com, mononukleosis adalah infeksi Virus Epstein-Barr (EBV) yang menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher.

Infeksi mononukleosis (mono) sering disebut penyakit berciuman. Pasalnya, virus penyebab kondisi ini dapat menular melalui air liur, misalnya ciuman, juga batuk atau bersin, atau berbagi peralatan makan dan minum dari seorang yang terinfeksi. Komplikasi yang paling serius adalah pembengkakan limpa. Namun, biasanya kondisi tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Ariana merupakan seorang scholar-athlete di Fernandina Beach High School. "Seorang seniman, dan musisi otodidak, adalah jiwa yang sangat dermawan," imbuh Delfs. "Dia akan memberi siapa pun apa saja."

Pemakaman gadis remaja itu dilakukan pada hari Rabu lalu. Sebagai cara untuk mengenangnya, pihak keluarganya menyiapkan penggalangan dana GoFundMe untuk membantu anak-anak lain.

“Dana warisan ini akan digunakan untuk membantu mendanai beberapa gairah hidupnya, termasuk program musik dan seni untuk anak-anak, membantu satwa dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik," papar Delfs.

"Kami berterima kasih atas kemurahan hati Anda dan kami meminta agar Ariana tetap hidup selamanya di hati dan pikiran Anda," sambung dia, seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (14/12/2019).
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
35 menit yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
2 jam yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
4 jam yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved