Selandia Baru Pesan 1,2 Juta Kulit Manusia untuk Korban Gunung Berapi

Rabu, 11 Desember 2019 - 15:17 WIB
Selandia Baru Pesan...
Selandia Baru Pesan 1,2 Juta Kulit Manusia untuk Korban Gunung Berapi
A A A
WELLINGTON - Selandia Baru telah memesan 1,2 juta cm2 kulit dari Amerika Serikat (AS) untuk merawat pasien yang menderita luka bakar hingga 95% akibat letusan gunung berapi pada Senin lalu.

Ahli bedah setempat telah bekerja sepanjang waktu untuk merawat 29 pasien di unit luka bakar di seluruh negara itu sejak gunung berapi di White Island tiba-tiba meletus, di lepas North Island Selandia Baru.

"Karena jumlah korban luka bakar yang belum pernah terjadi sebelumnya pada satu waktu dan sifat luka bakar mereka dari gas vulkanik beracun, ahli bedah harus bekerja lebih cepat dari biasanya," kata Dr Peter Watson, direktur klinis di Rumah Sakit Middlemore di mana unit luka bakar nasional berada seperti dikutip dari Sky News, Rabu (11/12/2019).

Ia mengatakan 1,2 juta cm persegi kulit akan datang dari AS karena mereka sangat membutuhkan lebih banyak cangkok kulit.

Sejumlah pasien mengalami luka bakar hingga 95% dari tubuhnya, sementara rata-rata adalah 40-50%, dan 22 orang mendapat dukungan pernafasan karena luka bakar mempengaruhi paru-paru mereka.

"Tubuh manusia memiliki sekitar 20sqm kulit, dengan telapak tangan sekitar 1,5% dari kulit tubuh," dokter itu menjelaskan.

Ahli bedah memperkirakan mereka memiliki 500 jam operasi untuk dilakukan dalam beberapa hari dan bulan ke depan.

Sebuah pesawat Angkatan Pertahanan Australia sedang dikirim ke Selandia Baru untuk mentransfer beberapa warga Australia yang terlibat untuk memindahkan mereka ke unit luka bakar yang dekat dengan rumah mereka.

Seorang warga negara Australia diterbangkan dari Auckland oleh ambulans spesialis ke Australia pada Rabu malam.

Korban lainnya berasal dari Selandia Baru, Inggris, AS, Jerman, China, dan Malaysia.

Dr Watson mengatakan pada awalnya para dokter berjuang untuk mengidentifikasi pasien ketika mereka dalam operasi dan banyak yang tidak memiliki kartu identitas, tetapi sebagian besar telah berhasil diidentifikasi sekarang.

Enam orang dipastikan tewas setelah letusan tersebut, sementara dua wanita asal Inggris diyakini termasuk diantara 30 orang yang dirawat di rumah sakit. Mayat delapan orang lainnya diperkirakan masih berada di pulau itu karena aktivitas gunung berapi yang terus meningkat mencegah pihak berwenang untuk kembali ke sana.

Polisi mengatakan mereka siap untuk kembali ke White Island untuk mencari mayat korban yang tersisa segera setelah mereka diberikan lampu hijau oleh ahli vukanologi.

Graham Leonard, ahli vulkanologi senior di GNS Science, mengatakan kemungkinan letusan seperti hari Senin meningkat menjadi 40-60% pada Rabu malam, naik dari peluang 30-50% pada hari Selasa.

"Kemarin berisiko tinggi, hari ini ada risiko yang lebih tinggi dan parameternya memburuk," katanya.

Ia mengatakan abu dan gas yang dilontarkan dari gunung berapi akan membuat kru penyelamat harus berjuang untuk bernafas dan melihat.
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
54 menit yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
1 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
3 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
4 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
6 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved